Melipir Seusai Ngantor, Tiga Sahabat Ini Terpukau Sajian Keberagaman Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng Jakarta

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:34 WIB
Tiga pekerja kantoran yang sengaja menyambangi Imlek Festival 2577 untuk berburu takjil dan menikmati momen berbuka puasa bersama. (Kalimantansatu.com/Dok. IST)
Tiga pekerja kantoran yang sengaja menyambangi Imlek Festival 2577 untuk berburu takjil dan menikmati momen berbuka puasa bersama. (Kalimantansatu.com/Dok. IST)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA Suasana hangat dan penuh toleransi mewarnai gelaran Imlek Festival 2577 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta sejak 22 Februari hingga 3 Maret 2026.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Saras, Reni, dan Rita, tiga pekerja kantoran yang sengaja menyambangi festival tersebut untuk berburu takjil dan menikmati momen berbuka puasa bersama.

Meski festival ini berakar pada tradisi Tionghoa, mereka merasa keberagaman yang ditawarkan justru memberikan warna tersendiri di bulan Ramadan.

“Acaranya seru, makanannya banyak. Jadi, ke sini (festival imlek) buat coba-coba (kuliner), ya,” ujar Saras saat ditemui di lokasi festival, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Diburu Pencari Takjil Buka Puasa Ramadan 2026, Imlek Festival 2577 Jadi Berkah bagi UMKM

Ketiganya terlihat antusias menikmati berbagai hidangan yang dibeli dari gerai-gerai UMKM di area festival, mulai dari mi ayam, lontong, bakso malang, hingga es teh.

Rita mengatakan mi ayam menjadi menu favoritnya. Sementara Reni dan Saras sangat menikmati kesegaran es teh di tengah suasana festival yang meriah.

Bagi mereka, kehadiran Imlek Festival di tengah bulan suci Ramadan bukan merupakan suatu pertentangan, melainkan bentuk keindahan toleransi di Indonesia.

Ke depan, mereka berharap acara serupa dapat terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar. “Mungkin lebih banyak adain kegiatan seni kreasi kayak gini ya, biar kebudayaan juga nyatu di sini,” ujar Saras mewakili teman-temannya.

Imlek Festival merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Festival ini menjadi contoh sinergi dalam mengangkat budaya sebagai kekuatan bangsa.

Baca Juga: Begini Cara Gen Z Menanti Buka Puasa di Imlek Festival 2577, Memahami Keberagaman Lewat Museum Akulturasi

Tak hanya menampilkan budaya Tionghoa, Imlek Festival juga membuka ruang pertemuan budaya Indonesia dengan negara lain.

Misalnya kolaborasi dengan Korea Selatan serta rencana partisipasi dari perwakilan Tiongkok dalam agenda Imlek nasional ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X