Kantor BGN Digeledah Kejagung Selang Sehari Dadan Hindayana Dicopot oleh Prabowo, Apakah Dugaan Kasus Tata Kelola yang Sempat Jadi Sorotan Publik ?

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 3 Juni 2026 | 14:50 WIB
Ilustrasi siswa SD menenteng ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com/Dok. BGN)
Ilustrasi siswa SD menenteng ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com/Dok. BGN)

KALIMANTANSATU.COM - Sebagian publik di media sosial ramai menyoroti penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung) ke kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam kasus tersebut, muncul dugaan adanya kasus dalam tata kelola BGN di era kepemimpinan eks Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Terlebih, penggeledahan ini terjadi sehari setelah Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Selasa, 2 Juni 2026.

"Kantor BGN digeledah Kejagung pasca Kepala BGN (Dadan Hindayana) diganti," tulis postingan Instagram @pandemictalks, pada Rabu, 3 Juni 2026.

Lantas, bagaimana informasi sejauh ini ihwal penggeledahan di kantor BGN tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Terjadi Pergantian Pimpinan BGN, Pemerintah Pastikan Tak Ganggu Pelaksanaan Program MBG

Dugaan Kasus Tata Kelola BGN

Aksi penggeledahan Kejagung ke kantor BGN disinyalir terkait adanya kasus korupsi dalam pengadaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di era kepemimpinan Dadan Hindayana.

Diketahui, penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen, data elektronik, dan alat bukti lain.

Hal tersebut, diduga berkaitan dengan proses pengadaan serta pengelolaan anggaran program tersebut dalam tata kelola BGN.

Terjadi usai Pemecatan Dadan Hindayana

Langkah ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo merombak jajaran pimpinan BGN dan mencopot jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, beserta 2 wakilnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menjelaskan pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah evaluasi selama sekitar 1,5 tahun.

Baca Juga: Melihat Hasil Diplomasi Prabowo ke Luar Negeri ! Dari Saudi hingga Amerika Serikat, Kerja Sama Strategis Disinyalir Sentuh Angka Rp2.281 Triliun

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X