Kesepakatan Damai AS dan Iran Diumumkan, Donald Trump Klaim Selat Hormuz Dibuka Kembali Tanpa Biaya Tol

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 15 Juni 2026 | 12:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Kalimantansatu.com/Dok. IG @whitehouse)

Baca Juga: Kini Kamu Bisa Dukung Kalimantansatu.com Lewat Traktir Kopi, Fitur Sederhana yang Bikin Semakin Dekat Dengan Pembaca Lintas Generasi

KALIMANTANSATU.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi sebuah kesepakatan untuk "mengakhiri segera" perang Amerika Serikat (AS) vs Iran.

Hal tersebut dikonfirmasi pada Senin (15/6/2026) dini hari waktu setempat.

Kazem mengatakan Lebanon termasuk dalam kesepakatan perdamaian yang akan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026).

Dilansir The Guardian, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan tersebut pada Minggu (14/6/2026) sore waktu setempat.

Shehbaz mengatakan kedua belah pihak akan menyatakan "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini".

Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa Soal Harga BBM, Qodari : Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi

Sementara itu, para pejabat regional mengatakan mediator Qatar telah melakukan perjalanan ke Teheran pada hari Minggu untuk menyelesaikan persyaratan nota kesepahaman (MOU).

Namun, ketidakpastian masih menyelimuti, termasuk mengenai apakah Israel akan mengakhiri serangannya yang ditujukan kepada Hizbullah di Lebanon, sementara kelompok garis keras Iran menyatakan penentangan mereka terhadap apa yang mereka anggap sebagai penyerahan diri kepada AS.

Lindsay Graham, seorang senator Republik, mengatakan dia senang mendengar tentang MOU tersebut.

"Saya agak khawatir bahwa pandangan Iran tentang perjanjian itu tampaknya berbeda dari apa yang diklaim oleh tim negosiasi Amerika," ucapnya.

Baca Juga: Ketika Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Anggap Jawab Perubahan Zaman

Klaim Donald Trump

Iran mengatakan, Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada Jumat (19/6/2026), tetapi dengan syarat-syaratnya sendiri, setelah Donald Trump mengklaim kesepakatan antara Teheran dan Washington telah "selesai".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X