“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol,” kata Presiden AS Donald Trump.
“dan, secara bersamaan dengan ini mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!," timpalnya.
Namun, di kantor berita negara Iran, Mehr, dilaporkan bahwa nota kesepahaman antara pemerintah menyerukan pembukaan kembali selat tersebut dalam waktu 30 hari di bawah "pengaturan Iran".
Kelompok garis keras Iran juga mengecam kesepakatan tersebut, yang seharusnya ditandatangani di Swiss pada hari Jumat.
(*)
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Optimistis Nilai Tukar Rupiah Akan Menguat di Semester II 2026, Kepercayaan Investor Membaik Terhadap Pasar Keuangan Indonesia
Dasco Ajak Masyarakat Jual Dollar, Pekan Depan Rupiah Diprediksi Lebih Menguat
Ketika Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Anggap Jawab Perubahan Zaman
Ada Demo Mahasiswa Soal Harga BBM, Qodari : Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi
Viral Curhatan Supplier Ogah Jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG, Minta Harga Rendah hingga Nota Kosong