reginternasional

Hmmmm, Tidak Jadi Ada Menu Susu di Program Makan Bergizi Gratis Setiap Hari Nih Gaes. Istana Beralasan Seperti Ini !

Rabu, 8 Januari 2025 | 19:59 WIB
Ilustrasi susu program Makan Bergizi Gratis. (Kalimantansatu.com/Pixabay Couleur)

KALIMANTANSATU.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mulai diberlakukan pada Senin, 6 Januari 2025, menarik perhatian masyarakat, terutama terkait dengan menu yang disediakan.

Banyak pihak terkejut karena susu tidak termasuk dalam menu yang diberikan setiap hari.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa tidak semua sekolah akan mendapatkan susu setiap hari dalam program tersebut.

"Kan tertentu aja kan nggak tiap hari," ujar Zulhas dalam keterangan persnya pada 6 Januari 2025.

Zulhas menambahkan bahwa menu dalam program MBG disesuaikan dengan budaya pangan di setiap daerah, sehingga variasi menu bisa berbeda-beda di berbagai lokasi.

Baca Juga: Fenomena Picky Eater Terjadi di Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto ! Apa itu Picky Eater ? Ketahui Komplikasi, Gejala dan Penyebab

Hal ini bertujuan agar program tersebut dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat setempat, dengan memperhatikan kebiasaan dan kebutuhan gizi mereka.

Tanggapan Istana tentang Tidak Adanya Menu Susu di MBG

Senada dengan Zulhas, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pemberian susu dalam program MBG tidak diwajibkan setiap hari.

Hal ini disebabkan oleh pasokan susu yang belum merata di berbagai daerah di Indonesia.

"Paling sedikit itu seminggu sekali, tidak wajib susu itu, bukan menu wajib, karena suplai susu kan belum merata di setiap daerah," ujar Hasan Nasbi.

Baca Juga: Picky Eater Masalah Normal pada Anak Usia 1-3 Tahun ! Bagaimana Cara Mengatasi Picky Eater dan Mencegahnya ?

Hasan Nasbi menambahkan bahwa pemberian susu dalam program MBG disesuaikan dengan kondisi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di daerah yang bukan penghasil susu sapi, susu diberikan sekali dalam seminggu.

Namun, di daerah yang dekat dengan peternakan sapi atau penghasil susu sapi, pemberian susu bisa dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.

Halaman:

Tags

Terkini