reginternasional

Apa ? Donald Trump Kenakan Tarif Dagang Tinggi di Pulau Tanpa Manusia, Hanya Ada Pengiun di Dalamnya

Sabtu, 5 April 2025 | 13:35 WIB
Pulau yang Hanya Dihuni Penguin juga Kena Tarif Dagang Tinggi dari Trump. (ist)

Namun, data tersebut diragukan oleh George Plant, administrator Pulau Norfolk.

“Tidak ada ekspor yang diketahui dari Pulau Norfolk ke Amerika Serikat dan tidak ada tarif atau hambatan perdagangan non-tarif yang diketahui atas barang-barang yang masuk ke Pulau Norfolk,” ujar George Plant.

Pernyataan Albanese pun menyoroti kejanggalan dalam kebijakan tarif ini.

“Pulau Norfolk dikenai tarif sebesar 29 persen. Saya tidak begitu yakin bahwa Pulau Norfolk, sehubungan dengan itu, merupakan pesaing dagang dengan ekonomi raksasa Amerika Serikat, tetapi itu hanya menunjukkan dan memberi contoh fakta bahwa tidak ada tempat di Bumi yang aman dari ini,” katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Melayat Uskup Emeritus Mgr. Turang: Beliau Selalu Kerja untuk Rakyat Kecil

Hal yang lebih membingungkan adalah data terkait Pulau Heard dan Kepulauan McDonald.

Wilayah ini nyaris tak berpenghuni dan tidak memiliki fasilitas seperti bangunan permanen.

Meskipun demikian, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Amerika Serikat mengimpor barang senilai 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp22,8 miliar) dari wilayah ini pada tahun 2022.

Lebih lanjut, hampir seluruh nilai ekspor tersebut dikategorikan sebagai produk “mesin dan listrik”, meskipun tidak jelas bagaimana barang-barang tersebut berasal dari wilayah yang nyaris tidak memiliki aktivitas manusia.

Dalam lima tahun sebelumnya, nilai impor dari Pulau Heard dan Kepulauan McDonald berkisar jauh lebih rendah, yakni antara 15.000 dolar AS (sekitar Rp244 juta) hingga 325.000 dolar AS (sekitar Rp5,2 miliar) per tahun.

Ketidakkonsistenan data ini memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat ekonomi dan diplomasi perdagangan.

Kebijakan tarif perdagangan yang menargetkan wilayah-wilayah kecil dan tak berpenghuni seperti ini memunculkan kritik tajam.

Baca Juga: Taruhannya Sistem Keamanan, Google Dikabarkan Beli Perusahaan Eks Mata-mata Israel Senilai Rp500 Triliun

Apalagi, dampaknya bisa jadi tidak sepadan dengan potensi ekonomi yang sebenarnya dimiliki wilayah-wilayah tersebut.

Sementara itu, publik dan pengamat kebijakan luar negeri menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi politik dagang Trump yang bersifat luas dan menyapu semua pihak tanpa terkecuali.

Halaman:

Tags

Terkini