reginternasional

Mengintip Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Hunian Sementara Nagari Salareh Aia Agam, Ada Harapan Baru Terselip

Senin, 26 Januari 2026 | 19:11 WIB
Seorang warga bersama anaknya terlihat di Hunian sementara (huntara), Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, AGAM - Rumah-rumah berdinding papan warna krem, dengan atap seng dan rangka baja ringan berjajar di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Pot-pot tanaman menghiasi teras sekaligus jalan setapak di antara deretan rumah.

Ini adalah hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah untuk para warga terdampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Nagari Salareh Aia merupakan wilayah yang paling terdampak bencana banjir di Sumatra Barat. Rumah-rumah hancur, para penduduknya kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Curhat Warga Samar Kilang Bener Meriah Aceh : Setelah Antre BBM, Kini Keluhkan Sulitnya Akses Air Bersih

Pascabencana, masyarakat perlahan bangkit. Pemerintah membangun huntara berukuran 3x6 meter untuk tempat berteduh setiap keluarga.

Tiap unit huntara sudah dilengkapi dengan berbagai perabotan seperti kasur, bantal, kipas angin, kompor gas, alat-alat kebersihan, hingga mainan anak. Ada pula bantuan makanan dan minuman. Listrik juga sudah mengalir ke semua huntara.

Aktivitas mulai terlihat saat warga Nagari Salareh Aia mulai menghuni 117 unit huntara yang sudah selesai dibangun itu.

Hunian sementara (huntara) di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Sejumlah warga berkumpul untuk mengobrol bersama di teras huntara. Ada juga yang sibuk membawa alat-alat masak serta membereskan perabotan rumah.

Tampak pula anak-anak perempuan bermain miniatur rumah-rumahan bersama ibunya. Ada juga yang bermain badminton. Sementara anak laki-laki bermain mobil-mobilan.

Baca Juga: Jalan Putus dan Sawah Ditutup Warga, Anak-anak di Riseh Tunong Aceh Utara Sulit Akses Menuju Sekolah, Guru Minta Pemda Segera Turun Tangan

Ramalis, salah satu warga yang menempati huntara, menuturkan bahwa rumah aslinya hancur diterjang banjir bandang dua bulan lalu. Ia merasa bersyukur kini sudah mendapatkan huntara.

"Alhamdulillah sudah ada huntara. Tapi harapan saya ke depannya tentu ingin segera mendapatkan hunian tetap (huntap)," ujar Ramalis.

Halaman:

Tags

Terkini