KALIMANTANSATU.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi sebuah kesepakatan untuk "mengakhiri segera" perang Amerika Serikat (AS) vs Iran.
Hal tersebut dikonfirmasi pada Senin (15/6/2026) dini hari waktu setempat.
Kazem mengatakan Lebanon termasuk dalam kesepakatan perdamaian yang akan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026).
Dilansir The Guardian, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan kesepakatan tersebut pada Minggu (14/6/2026) sore waktu setempat.
Shehbaz mengatakan kedua belah pihak akan menyatakan "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini".
Sementara itu, para pejabat regional mengatakan mediator Qatar telah melakukan perjalanan ke Teheran pada hari Minggu untuk menyelesaikan persyaratan nota kesepahaman (MOU).
Namun, ketidakpastian masih menyelimuti, termasuk mengenai apakah Israel akan mengakhiri serangannya yang ditujukan kepada Hizbullah di Lebanon, sementara kelompok garis keras Iran menyatakan penentangan mereka terhadap apa yang mereka anggap sebagai penyerahan diri kepada AS.
Lindsay Graham, seorang senator Republik, mengatakan dia senang mendengar tentang MOU tersebut.
"Saya agak khawatir bahwa pandangan Iran tentang perjanjian itu tampaknya berbeda dari apa yang diklaim oleh tim negosiasi Amerika," ucapnya.
Klaim Donald Trump
Iran mengatakan, Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada Jumat (19/6/2026), tetapi dengan syarat-syaratnya sendiri, setelah Donald Trump mengklaim kesepakatan antara Teheran dan Washington telah "selesai".