"Ada yang minimal S1, tapi ada peraturan katanya tidak harus S1, mana?" ungkap Muslim.
Menjawab hal itu, Yassierli menerangkan terkait sudah adanya surat edaran dari Kemenaker terkait larangan diskriminasi dalam proses perekrutan kerja di Indonesia.
"Kita memang sudah mengeluarkan surat edaran, tapi memang Undang-Undang Ketenagakerjaan sedang berproses dengan inisiatifnya DPR," terangnya.
"Jadi dalam undang-undang itu (tercantum) ada dua, yaitu inisiatif pemerintah dan inisiatif DPR, sehingga dari inisiatif ini kita baru mengeluarkan surat edaran," sebut Yassierli.
Usut punya usut, dalam poin ke-2 di surat edaran terkini yang dipublikasikan Kemenaker pada 26 Mei 2025, terdapat hal terkait larangan untuk pemberi lapangan kerja melakukan diskriminasi atas dasar apapun dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
"Kita sudah menghimbau (pemberi kerja) tidak boleh ada diskriminasi terkait dengan rekrutmen tenaga kerja," terang Yassierli.
"Kalau terkait lowongan kerja S1, memang dibutuhkan bagi perusahaan untuk menyerap tenaga kerja yang analitis dan lebih spesialis, jadi kalau seperti itu, tentu diperbolehkan," tukasnya.
(*)
Artikel Terkait
Kini Mediapreneur Talks Promedia 2025 Hadir di Kota Surabaya, Ikuti Seminar Bisnis yang Terbuka untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
CoreLab Promedia 2025 Bakal ke Kampus Unesa Surabaya, Ikuti Event Seru Menyelami Dunia Content Creator
Bikin Waswas Aja Nih ! Telusur Kasus Dugaan Pembobolan RDN BCA yang Bikin Sekuritas Boncos Rp70 Miliar
Perekonomian Dunia Masih Tren Melambat, Bank Indonesia Catat Ada Berbagai Indikatornya. Apakah Terkait Tarif Resiprokal AS ?
Bagaimana Kondisi Neraca Pembayaran Indonesia ? BI Pastikan Tetap Baik dan Mendukung Ketahanan Eksternal
Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Subianto Bakal Sambangi Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025
4 SPBU Swasta Setuju Ikut Impor BBM Lewat Pertamina Dengan 3 Syarat Ini
Enggan Jalankan Lagi! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Tax Amnesty Merupakan Insentif Orang Kibul-kibul, Bagaimana Nasib Pengampunan Pajak Jilid III?
Lagi Viral Tot Tot Wuk Wuk di Medsos, Jadi Sindiran yang Terdengar Kocak namun Sarat Kritikan Keras Pengguna Jalan Raya di Indonesia
Ketika Ekonomi Indonesia Pernah Dilanda Krisis, Sandiaga Uno Justru Temukan Arah Karier Setelah di-PHK, Dari Pencari Kerja ke Pencipta Lapangan Usaha