Ia mendorong sinergi kebijakan harga gas industri, pengamanan pasar domestik, serta relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara selektif agar industri nasional tetap kompetitif.
Ia juga menekankan pentingnya revitalisasi sektor manufaktur melalui program Making Indonesia 4.0 guna menciptakan efek pengganda terhadap tenaga kerja, ekspor, dan pertumbuhan daerah.
Adapun dalam penguatan UMKM, Noviardi merekomendasikan pengembangan business matching antara usaha besar dan UMKM, peningkatan kompetensi melalui workshop berkelanjutan, serta kemitraan rantai pasok agar UMKM dapat naik kelas dan menembus pasar global.
Di saat yang sama, ia meminta agar alokasi pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) benar-benar mengalir ke sektor riil, bukan terserap di instrumen keuangan semata.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kualitas pertumbuhan sama pentingnya dengan angka pertumbuhan itu sendiri.
Pertumbuhan harus bersifat inklusif, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya beli kelas menengah agar konsumsi tetap terjaga.
“Kalau investasi berkualitas, hilirisasi, dan UMKM bergerak serentak, maka pertumbuhan tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas—menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli, dan mengurangi ketimpangan,” katanya.
Noviardi menutup dengan menegaskan bahwa 2026 harus menjadi momentum transformasi ekonomi nasional, bukan sekadar tahun menjaga stabilitas.
“Indonesia tidak boleh puas di angka 5 persen. Kita perlu pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Di situlah sektor riil harus ditempatkan sebagai lokomotif utama pembangunan ekonomi,” pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
UKP Mendengar : Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang, Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal
Ada Rencana Buyback Saham IMPC Rp500 M, Begini Penjelasan Manajemen Impack Pratama Industri
Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat di Akhir 2025, Kepala Ekonom Bank Mandiri Beberkan Proyeksinya
Akhiri Sengkarut Area Abu-abu dan Tumpang Tindih, Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit
INET Akuisisi 53,57% Saham PADA dari Kopindosat ! Manajemen Sinergi Inti Andalan Prima Beberkan Alasan Beli 1,68 M Lembar Saham PT Personel Alih Daya
Apakah Stok Pangan Aman saat Puasa Ramadan 1447 H dan Idul Fitri 2026 ? Mentan Amran Sulaiman Ungkap Soal Beras dan Komoditas Utama Lainnya
Skandal Insider Trading Minna Padi Aset Manajemen Terhadap Pergerakan Saham MINA Dibongkar Bareskrim Polri, Tiga Tersangka Ditetapkan ! Ini Modusnya
Luruskan Kegaduhan Publik ! Seskab Teddy Bantah Isu Presiden Prabowo Subianto Pakai 2 Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
Kelompok Pegiat Anti Korupsi Bongkar Peran Abdullah Azwar Anas pada Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi ! Apakah Ada Pelanggaran ?
Pertemuan OJK-Asosiasi Emiten Indonesia, Hasan Fawzi Singgung Soal Free Float 15 Persen Untuk Percepatan Reformasi Penguatan Integritas Pasar Modal