KALIMANTANSATU.COM — Penurunan outlook ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat global Moody’s Investor Service dari “stable” menjadi “negatif” dinilai sebagai peringatan serius oleh Dr. Harris Turino, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI.
Harris mengatakan, langkah Moody’s bukan sekadar catatan teknis, melainkan sinyal kuat bahwa arah kebijakan ekonomi nasional perlu diperbaiki dan dikonsolidasikan agar tidak merusak kepercayaan pelaku pasar.
“Penurunan outlook ini merupakan alarm keras terhadap arah kebijakan ekonomi kita ke depan. Apa yang disampaikan Moody’s bukan hanya soal angka, tetapi soal kredibilitas dan konsistensi kebijakan yang menurun,” ujar Harris Turino dalam keterangannya dikutip Kalimantansatu.com dari Kilat.com, Jumat 6 Februari 2026.
Menurut Harris, salah satu yang menjadi sorotan adalah prediktabilitas kebijakan, yang dinilai tidak selalu sejalan antara perumusan dan pelaksanaan.
Hal lain ini bisa berdampak panjang bagi keyakinan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Lebih jauh, Harris juga menyoroti aspek tata kelola (governance) yang disebut Moody’s menunjukkan sinyal melemah.
Ia mengibaratkan kondisi ini sebagai bangunan tinggi yang terlihat megah tetapi rawan guncangan apabila tidak didukung fondasi institusi yang kuat.
“Ekonomi kita besar, tetapi institusi yang kuat adalah penopang utama. Tanpa itu, risiko volatilitas pasar bisa meningkat, dan kepercayaan investor bisa terkikis,” kata Harris.
Harris juga mencatat bahwa langkah ekspansi fiskal yang agresif, jika tidak dibarengi dengan penguatan basis penerimaan negara, bisa memperlebar defisit anggaran dan mempersempit ruang fiskal Indonesia di masa depan.
Selain itu, isu Danantara dan ketidakjelasan rezim fiskal-moneter menjadi poin yang menurutnya turut menambah ketidakpastian ekonomi.
Meski demikian, ia menilai laporan Moody’s tidak sepenuhnya pesimis.
Rating Baa2 Indonesia tetap dipertahankan karena fondasi ekonomi—termasuk pertumbuhan sekitar 5 persen, defisit fiskal di bawah 3 persen PDB, serta rasio utang yang kompetitif—masih menunjukkan kekokohan.
Artikel Terkait
Skandal Insider Trading Minna Padi Aset Manajemen Terhadap Pergerakan Saham MINA Dibongkar Bareskrim Polri, Tiga Tersangka Ditetapkan ! Ini Modusnya
Luruskan Kegaduhan Publik ! Seskab Teddy Bantah Isu Presiden Prabowo Subianto Pakai 2 Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
Kelompok Pegiat Anti Korupsi Bongkar Peran Abdullah Azwar Anas pada Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi ! Apakah Ada Pelanggaran ?
Pertemuan OJK-Asosiasi Emiten Indonesia, Hasan Fawzi Singgung Soal Free Float 15 Persen Untuk Percepatan Reformasi Penguatan Integritas Pasar Modal
Sektor Konsumsi Rumah Tangga Menjadi Jangkar Perekonomian Indonesia Tahun 2025, Pengamat Ekonomi Noviardi Ferzi Sebut 2026 Momentum Akselerasi Sektor
Perkembangan Industri Perbankan Semakin Kompleks, OJK Tegaskan Pengawasan Bank Hingga Risiko Digital Fraud Aset Kripto
Chandra Daya Investasi Rencana Buyback Saham CDIA Rp1 Triliun, Cek Jadwalnya
Minna Padi Investama Sekuritas Bantah Dirut PADI Djoko Joelijanto Jadi Tersangka Dugaan Insider Trading MPAM Goreng Harga Saham MINA
Bos Multi Makmur Lemindo Klarifikasi Soal Dugaan Goreng Saham PIPA ! Bareskrim Polri Sampai Geledah Kantor Shinhan Sekuritas di Kawasan SCBD Jakarta
Melihat Kinerja Solid Pertamina Hulu Energi di Tahun 2025 Untuk Memperkuat Produksi dan Cadangan Migas Nasional