“Pemberian kredit tanpa jaminan hanya dapat diberikan kepada debitur dengan peringkat A,” lanjut Qohar.
Kredit yang diajukan sebagai modal kerja, oleh mantan bos Sritex dari keluarga Lukminto justru digunakan untuk keperluan pribadi, seperti membayar cicilan atau pembelian aset nonproduktif.
“Kredit dari Bank BJB dan Bank DKI kepada PT Sritex saat ini macet dengan kolektibilitas 5. Aset perusahaan tidak bisa dieksekusi untuk menutupi kerugian negara karena nilainya lebih kecil dari total pinjaman dan tidak dijadikan jaminan,” paparnya.
Pemberian Kredit Bank BJB dan Kerugian Negara
Bank BJB diketahui memberikan dana kredit dalam dua tahap kepada Sritex.
Total yang diberikan Rp550 miliar, dengan rincian tahap pertama Rp200 miliar dan tahap kedua Rp350 miliar di bulan September 2020.
Akibat tindakan meloloskan kredit meski kondisi keuangan tidak memenuhi syarat, menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara dari Bank BJB adalah Rp671 miliar dari total 3 klaster Rp1,35 triliun.
Sementara dua klaster lainnya, yakni dari klaster kasus Bank DKI Rp180 miliar dan Bank Jateng Rp502 miliar.
(*)
Artikel Terkait
Tak Hanya Australia ! India dan Filipina Minat Impor Pupuk Urea dari Indonesia, Menko Airlangga Hartarto Ungkap Hal Ini
Jadi Bukti Nyata Hilirisasi ! Anggap Strategi Pemerintah Buahkan Hasil Investasi Rp498 Triliun di Triwulan I 2026, Ini Analisis NEXT Indonesia Center
Membuka 706 Ribu Lapangan Kerja ! Investasi yang Masuk ke Indonesia Tembus Rp498,8 T di Triwulan I 2026
Asuransi Bukan Investasi Gaes ! Ini yang Harus Kamu Dipahami Sebelum Membeli Polis
IFG Apresiasi Kinerja Jamkrindo Karena Dorong UMKM Naik Kelas secara Berkelanjutan
ICCN Bareng Intel, IGVI dan AXIOO Class Program Gelar Pelatihan Eksklusif untuk 158 Guru Vokasi, Sejumlah Skill Ini Dikupas Habis !
Kayong Utara Tunjukkan Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi, PSN di Pulau Penebang jadi Motor Penggerak Perekonomian
Akselerasi Hilirisasi Perkebunan Jadi Strategi Besar Pemerintah Indonesia Untuk Kemandirian Nasional dan Nilai Tambah Komoditas Domestik
Cadangan Beras Indonesia Tembus 5 Juta Ton ! Tertinggi Dalam Sejarah, Begini Penegasan Mentan Amran Sulaiman
Ancaman Musim Kemarau 2026 Menghantui di Tengah Potensi El Nino, Bagaimana Antisipasi Pemerintah Indonesia ?