Chatib memaparkan, data menunjukkan nilai CDS Indonesia sudah mulai memburuk sejak Januari 2026, sebelum pecahnya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Terkusus, saat Moody’s mengubah outlook dan muncul kekhawatiran pasar mengenai defisit anggaran yang mendekati 3 persen.
Chatib menilai, hal ini membuktikan faktor utama pelemahan rupiah tak hanya dampak dari perang global, melainkan bersumber dari perhatian investor terhadap kredibilitas fiskal domestik.
Tak ayal, jika melihat sejumlah negara lain yang juga terdampak perang, maka mereka tak mengalami depresiasi mata uang sedalam Indonesia.
Tepis Kondisi Ekonomi 2026 Mirip 1998
Terkait dampak pelemahan kurs ke inflasi, estimasi Bank Indonesia (BI) menunjukkan setiap depresiasi Rp1 terhadap dolar AS hanya menyumbang tambahan inflasi sekitar 0,13 persen.
Dengan depresiasi rupiah yang berada di kisaran 8 persen, Chatib menyoroti efek rembetan ke inflasi umum masih di bawah 1 persen.
Eks Menkeu RI itu menyebut, dampak kenaikan harga disebut akan sangat terasa pada produk-produk berbasis impor seperti plastik dan besi.
"Sekarang pertanyaannya adalah sama nggak (kondisi ekonomi) 1998 dengan 2026? My answer is no," ungkap Chatib.
"Kenapa? Yang membedakan paling besar 98 dengan 2026 itu adalah flexible exchange rate," imbuhnya.
Secara keseluruhan, depresiasi rupiah dinilai tidak akan membawa Indonesia ke jurang resesi.
Bahkan, Chatib menilai pertumbuhan ekonomi di level 4,5-5 persen, masih tergolong sangat baik dalam standar global saat ini.
(*)
Artikel Terkait
Viral Vendor Roti Bongkar Kelakuan SPPG di Kota Serang, Minta Manipulasi Harga di Nota Anggaran MBG Hingga Turunkan Kualitas Menu
Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG ! Sony Sonjaya Ajukan Diri Sebagai Justice Collaborator ke Kejagung, Bakal Bongkar Sosok Lain
BI Rate Naik Menjadi 5,5 Persen, Inilah Dampak yang Berpotensi Dirasakan Masyarakat
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan Prabowo Subianto, Kepala Bakom RI Qodari Sebut 'Bapak Transformasi Bangsa'
Dasco Beberkan Ikhwal Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto
Ingatkan Amanah ! Pesan Gus Miftah untuk Pejabat Atas hingga Petugas SPPG, Ada Hak Masyarakat dalam Program MBG
Minta Kejelasan Dana Rp218 M, Investor Tagih Janji ke BGN Setelah Hak Kelola 97 Dapur MBG Tak Kunjung Rampung
Harga Pertamax Naik per 10 Juni 2026, Menkeu Purbaya Yakin Tak Berdampak ke Inflasi: Harusnya Limited
Ekonom INDEF Ibaratkan Ekonomi RI bak Sepak Bola, Sarankan Waktunya Ganti Strategi!
Skandal Korupsi Chromebook Dinilai Tabrak Perpres 16-2018, Nadiem Makarim Dituding Sengaja Perintah Direktur SD-SMP ! JPU Tolak Semua Pledoi di Sidang