“Perjalanan ke sana, naik mobil double cabin itu 25 menit. Jalannya mohon maaf, bukan jalan aspal tapi jalan tanah. Setelah sampai di sana, masih jalan kaki 10 menit untuk sampai ke rumahnya,” paparnya.
Kasus anak yang tak terdata tersebut, kata Rico hanya membutuhkan surat keterangan dari daerah untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
“Nah, lucunya anak ini, Forkopimdanya tidak tahu kalau ada rumah ini, ada warga di sini. Rumahnya nggak ada listrik,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Rico menegaskan bahwa anak-anak untuk Sekolah Rakyat adalah mereka yang berada dalam status miskin dan miskin ekstrem.
(*)