ekonomi-bisnis

Menko Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain

Senin, 13 April 2026 | 21:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengklaim kondisi ekonomi Indonesia saat ini tetap tangguh di tengah gejolak global.

Menurut dia, Indonesia masih jauh dari krisis, berbeda dengan tahun 1998 lalu.

Airlangga membeberkan, di antara negara-negara G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 merupakan yang kedua tertinggi setelah India, yaitu 5,11 persen.

Namun defisit anggaran Indonesia di bawah 3 persen. Tergolong rendah dibanding negara-negara G20 lainnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Ekonomi Saja ! Vladimir Putin Tegaskan Rusia Terbuka Kerja Sama Dengan Indonesia di Berbagai Bidang saat Bertemu Prabowo Subianto

Sebagai pembanding, defisit anggaran India mencapai 4 persen, Prancis 4,4 persen, Amerika Serikat (AS) 6,3 persen.

International Monetary Fund (IMF) hingga Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di kisaran 2,6-3,3 persen.

Sementara Indonesia pada tahun ini diperkirakan bisa tumbuh sampai kisaran 5,3 persen.

Bahkan, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 dapat menyentuh 5,5 persen.

"Jauh berbeda dengan situasi tahun 1998. Dari segi ekonomi makro, saya katakan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) adalah 5,11 persen. Dan proyeksi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan kuartal pertama tahun ini, kami optimis pertumbuhan Indonesia di kuartal pertama sekitar 5,5 persen," kata Airlangga dalam Media Briefing bersama media internasional di Auditorium Bakom RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Inilah 5 Bukti Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Sesuai Standar Global! Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi Beberkan Kebijakan Baru, Apa Saja?

Mengutip laporan Bloomberg, Indonesia termasuk salah satu negara dengan kemungkinan rendah terkena resesi.

Berdasarkan laporan Bloomberg, kemungkinan Indonesia terkena resesi hanya 5 persen.

Untuk pembanding, menurut laporan tersebut peluang Brasil resesi 15 persen, China 15 persen, Jepang 30 persen, AS 30 persen.

Halaman:

Tags

Terkini