Airlangga menjelaskan, ketahanan Indonesia ditopang oleh ekonomi domestik yang kuat, mencapai 54 persen dari PDB. Didukung dengan ketahanan pangan dan energi.
Selain itu, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil mencapai swasembada beras sejak 2025.
Produksi beras mencapai 34,7 juta ton dan stok Bulog 4,6 juta ton per 8 April 2026, tertinggi dalam sejarah.
Untuk meningkatkan ketahanan energi, pemerintah akan menerapkan kebijakan B50, pengembangan energi surya, hingga peningkatan kapasitas kilang minyak.
APBN berfungsi sebagai peredam guncangan untuk masyarakat, berbagai bantuan sosial diberikan untuk masyarakat miskin.
Pemerintah pun berhasil meningkatkan penerimaan pajak. Per Maret 2026, penerimaan pajak mencapai Rp 462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan. Defisit APBN pun tetap terkendali.
"Dan jika Anda melihat cadangan devisa masih sekitar USD 148,2 miliar, itu setara dengan enam bulan impor," papar Airlangga.
Tingkat kemiskinan terus berkurang hingga di bawah 10 persen, saat ini 8,25 persen. Tingkat kesenjangan juga semakin menurun menjadi 0,363. Tingkat pengangguran pun berhasil ditekan ke 4,7 persen.
Rasio utang pemerintah saat ini 40,46 persen terhadap PDB atau sebesar 9.637,9 triliun.
Namun, sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri. Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) hanya 12,6 persen sehingga mengurangi kerentanan eksternal.
"Jika Anda melihat detail utang kita, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Jadi, risiko guncangan eksternal terkendali," tutupnya.
(*)
Artikel Terkait
Avia Avian Jual Semua Saham PT Multipro Paint Indonesia ke PT Pacific Dwiyasaputra, Bos AVIA Ungkap Alasannya
Lagi Moncer ! Chandra Asri Group Catatkan Rekor EBITDA Tertinggi di Q1 2026, Intip 6 Faktor Utama Pendorong Kinerjanya
PPRO Hadirkan Sava Padel di Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya untuk Urban Lifestyle, Apa Saja Fasilitasnya ?
Melihat 6 Hasil RUPST Cimory : Cisarua Mountain Dairy Bagikan Dividen Saham CMRY Rp1,59 T Hingga Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Periode 2026-2031
Linknet Raih 5 Juta Home-Passed di Indonesia, Bos LINK Tegaskan Bukan Sekedar Angka dan Ungkap Target Selanjutnya
Yulie Sekuritas Indonesia Rencana Bagi Dividen Saham YULE Rp15,8 Miliar ! Cek Jadwal Ex, Cum dan Recording Date
Sedap Nih ! Sigma Energy Compressindo (Sinerco) Bakal Bagi Dividen Saham SICO 2025, Segini Besarnya Per Lembar
Inilah 5 Bukti Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Sesuai Standar Global! Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi Beberkan Kebijakan Baru, Apa Saja?
Hasil Survei LSI Terbaru: 73,9 Persen Publik Nilai Indonesia Demokratis ! Apa Penilaian Responden ?
Tidak Hanya Ekonomi Saja ! Vladimir Putin Tegaskan Rusia Terbuka Kerja Sama Dengan Indonesia di Berbagai Bidang saat Bertemu Prabowo Subianto