ekonomi-bisnis

Menko Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain

Senin, 13 April 2026 | 21:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Airlangga menjelaskan, ketahanan Indonesia ditopang oleh ekonomi domestik yang kuat, mencapai 54 persen dari PDB. Didukung dengan ketahanan pangan dan energi.

Selain itu, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil mencapai swasembada beras sejak 2025.

Produksi beras mencapai 34,7 juta ton dan stok Bulog 4,6 juta ton per 8 April 2026, tertinggi dalam sejarah.

Baca Juga: Sedap Nih ! Sigma Energy Compressindo (Sinerco) Bakal Bagi Dividen Saham SICO 2025, Segini Besarnya Per Lembar

Untuk meningkatkan ketahanan energi, pemerintah akan menerapkan kebijakan B50, pengembangan energi surya, hingga peningkatan kapasitas kilang minyak.

APBN berfungsi sebagai peredam guncangan untuk masyarakat, berbagai bantuan sosial diberikan untuk masyarakat miskin.

Pemerintah pun berhasil meningkatkan penerimaan pajak. Per Maret 2026, penerimaan pajak mencapai Rp 462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan. Defisit APBN pun tetap terkendali.

"Dan jika Anda melihat cadangan devisa masih sekitar USD 148,2 miliar, itu setara dengan enam bulan impor," papar Airlangga.

Tingkat kemiskinan terus berkurang hingga di bawah 10 persen, saat ini 8,25 persen. Tingkat kesenjangan juga semakin menurun menjadi 0,363. Tingkat pengangguran pun berhasil ditekan ke 4,7 persen.

Rasio utang pemerintah saat ini 40,46 persen terhadap PDB atau sebesar 9.637,9 triliun.

Namun, sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri. Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) hanya 12,6 persen sehingga mengurangi kerentanan eksternal.

"Jika Anda melihat detail utang kita, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Jadi, risiko guncangan eksternal terkendali," tutupnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini