ekonomi-bisnis

BI Rate Naik Menjadi 5,5 Persen, Inilah Dampak yang Berpotensi Dirasakan Masyarakat

Selasa, 9 Juni 2026 | 19:36 WIB
BI Rate Naik Menjadi 5,5 Persen, Inilah Dampak yang Berpotensi Dirasakan Masyarakat (Kalimantansatu.com/Dok. Unsplash AiniRahmadini)

Baca Juga: Kini Kamu Bisa Dukung Kalimantansatu.com Lewat Traktir Kopi, Fitur Sederhana yang Bikin Semakin Dekat Dengan Pembaca Lintas Generasi

KALIMANTANSATU.COM - Bank Indonesia (BI) baru saja mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.

Menurut keterangan resmi yang dibagikan oleh BI, kenaikan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026.

Selain itu, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

Kenaikan tersebut, menurut penjelasan dari Bank Indonesia akan mulai berlaku per 10 Juni 2026.

Adanya kenaikan pada BI rate ini tentu memiliki dampak positif maupun negatif yang dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Baca Juga: Viral Vendor Roti Bongkar Kelakuan SPPG di Kota Serang, Minta Manipulasi Harga di Nota Anggaran MBG Hingga Turunkan Kualitas Menu

- Menjaga Nilai Tukar Rupiah

Seperti yang tertulis dalam keterangan resmi BI, kenaikan tersebut untuk menjaga dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya pada Selasa, 9 Juni 2026.

- Menarik Investor Asing Masuk ke Indonesia

Kenaikan tersebut juga berpotensi untuk menarik investor asing agar berinvestasi di Indonesia.

Pasalnya, imbal balik hasil investasi yang didapatkan pun akan menjadi lebih tinggi.

“Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia,” sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini