ekonomi-bisnis

Peluncuran IBMA: Menko Airlangga Incar 1.800 Ton Emas Masyarakat yang Masih Disimpan di Bawah Bantal untuk Masuk Ekosistem Perbankan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:26 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta, Kamis (20/8/2026).Airlangga mendorong optimalisasi potensi simpanan emas masyarakat. Target potensi 1.800 ton emas yang disimpan masyarakat di bawah bantal. (Dok. Humas Ekon Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.)

KALIMANTANSATU.COM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2026 mencatatkan kinerja solid sebesar 5,45%.

Ini merupakan capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026 lalu.

Salah satu penopang utama struktur ekonomi ini berasal dari penguatan ekosistem bank emas (bullion bank) yang memperdagangkan dan menyimpan komoditas emas hasil tambang nasional.

Dua mesin utama ekosistem bulion Indonesia, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, saat ini mencatatkan peningkatan volume kelolaan emas hingga menyentuh angka 179 ton (dari sebelumnya 153 ton bernilai sekitar Rp360 triliun atau USD 20 miliar).

Baca Juga: Kemendag Naikkan HPE Emas Periode II Agustus 2026 Jadi USD 131.777 per Kilogram, Terkerek Penurunan Suku Bunga Dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta pada Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong optimalisasi potensi simpanan emas masyarakat. Khususnya, potensi 1.800 ton emas yang disimpan masyarakat di bawah bantal.

“Tentu dari segi investasi, Pemerintah berharap juga kepada dua engine bullion bank ini, Pegadaian dan BSI untuk tumbuhnya double digit. Seperti tadi juga disampaikan Ketum IBMA Ibu Selfie bahwa emas yang ada di bawah bantal itu sekitar 1.800 ton, yang nilainya juga luar biasa yaitu USD252 miliar," ujar Menko Airlangga saat menjadi keynote speech.

"Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, dari USD252 miliar ini, mungkin 20 persennya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke dalam instrumen keuangan atau perbankan, di bank syariah maupun Pegadaian. Ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau bisa kita lakukan,” jelas Airlangga.

Fokus Strategis Kebijakan Ekonomi 2027

Dalam kerangka Kebijakan Ekonomi 2027, sektor bulion dan IBMA ditempatkan sebagai pilar revitalisasi ekonomi nasional bersama dengan pembentukan Bursa Komoditas Mineral dan Indonesia Reference Price.

Agenda bank emas telah bergerak dari pembentukan regulasi menuju pemanfaatan yang semakin luas, sehingga tahap berikutnya adalah pendalaman kualitas pasar yang diarahkan pada likuiditas, transparansi pembentukan harga, standardisasi, tata kelola, dan integrasi ekosistem.

Baca Juga: Transaksi Renminbi Tembus US$38,9 Miliar! BI Siapkan Bank of China dan Himbara Jadi Bank Kliring, Beroperasi Kuartal IV-2026

“Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian Bapak Presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank. Sehingga, bulion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor pertambangan and energi,” kata Menko Airlangga.

Halaman:

Tags

Terkini