Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) mencatatkan laba bersih sebesar 151 miliar rupiah pada 2Q25 (-6% YoY, +7% QoQ).
Hasil ini membuat laba bersih selama 1H25 mencapai 292 miliar rupiah (-20% YoY), di bawah ekspektasi karena setara 33% dari estimasi 2025F konsensus (vs. 3 tahun terakhir: 39%).
Lemahnya laba bersih pada 2Q25 ditekan oleh penurunan margin laba kotor ke level 46,7% (vs. 2Q24: 48,6%, 1Q25: 48%), terendah sejak 4Q18 (46,5%).
Hasil tersebut membuat laba usaha turun (-7% YoY) pada 2Q25 sehingga laba usaha selama 1H25 hanya mencapai 385 miliar rupiah (-19% YoY) dan di bawah ekspektasi (36% estimasi 2025F konsensus).
Pendapatan pada 2Q25 stagnan (+0% YoY, +0% QoQ) sehingga pendapatan selama 1H25 tumbuh +3% YoY, sejalan dengan ekspektasi (47% estimasi 2025F konsensus) tetapi di bawah guidance 2025 dari manajemen yang menargetkan pertumbuhan pendapatan +5% YoY.
RAJA Rencana Akuisisi Perusahaan Infrastruktur LNG
Direktur Utama Rukun Raharja (RAJA), Djauhar Maulidi, menyampaikan rencana perseroan untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur LNG diperkirakan akan rampung pada 3Q25.
Djauhar juga menambahkan bahwa terdapat rencana akuisisi perusahaan pada sektor downstream, yang saat ini sedang dalam tahap due diligence dan diharapkan dapat diselesaikan pada akhir 2025.
Sementara itu, RAJA mencatat realisasi capex sebesar 20 juta dolar AS selama 1H25, setara dengan 29% dari total alokasi capex tahun 2025.
Djauhar menjelaskan bahwa penyerapan capex difokuskan pada proyek-proyek strategis, seperti pembangunan kompresor di Sengkang, Sulawesi Selatan, pembangunan pipa BBM Tanjung Batu-Samarinda, serta pengembangan pipa di wilayah Jawa Barat.
Astra Financial Catat Transaksi Rp2,4 Triliun di GIIAS 2025
Astra Financial mencatatkan total transaksi sebesar 2,4 triliun rupiah selama 11 hari penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
Nilai tersebut melampaui (111,5%) target sebesar 2,2 triliun rupiah dan berasal dari 6.406 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).
Menkeu Terbitkan Aturan Subsidi Margin Kredit Industri Padat Karya
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No.55/2025 terkait mekanisme pemberian subsidi bunga atau subsidi margin kredit industri padat karya, yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas daya saing usaha hingga memperluas penyerapan tenaga kerja.
Artikel Terkait
Lagi Viral Video Tradisi di Brebes, Pengantin Wanita Digendong saat Lalui Jembatan Sungai Pemali
Fariz RM Dituntut 6 Tahun Penjara atas Kasus Narkoba, Pengacara: Pengguna tapi Dituntut Sebagai Pengedar
Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 Menjadi Daya Tarik Wisata Inklusif di Mainland Labuan Bajo
Sosok Abu Zayd Al-Balkhi : Pemikir Muslim yang Menyelami Kesehatan Mental Sejak Abad ke-9, Jauh Sebelum Psikologi Modern
Kabar Gembira! Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen di Q2 2025, Industri CPO-Farmasi Jadi Sektor Pendorong Laju Tren Positif
Media Italia Rumorkan Jay Idzes Pindah ke Torino, Bujukan Transfer Capai Rp170 Miliar
Terjadi Ledakan Sumur Minyak Pertamina EP Subang, Tim Investigasi Langsung Dibentuk
Jalan Tengah Polemik Penolakan Peternakan Babi di Jepara yang Akan Dibangun oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Wagub Jateng Sarankan Cari Lokasi Lain
Ada Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak-anak, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Pengawasan Orang Tua
Akselerasi Transisi dan Ketahanan Energi Nasional, Danantara Indonesia Perkuat Kolaborasi Geothermal Pertamina dan PLN