Dalam regulasi tersebut, pemerintah akan memberikan subsidi bunga dan margin untuk kredit industri padat karya sebesar 5% efektif per tahun, tetapi besaran bunga tersebut dapat berubah dengan mempertimbangkan kebijakan dari Komite Kebijakan yang dibentuk oleh presiden.
Penerima subsidi bunga atau margin kredit industri padat karya ini adalah individu atau badan usaha yang termasuk dalam kategori industri padat karya tertentu, dengan kategori dan kriteria penerima subsidi nantinya akan diatur oleh Kementerian Perindustrian.
Pemerintah Akan Bangun PLTS Kapasitas Total 100 GW
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan energi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Bahlil menyampaikan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap, meskipun ia tidak merinci kapan proyek tersebut akan dimulai.
Selain itu, Bahlil juga menjelaskan bahwa komponen baterai dalam proyek PLTS tersebut direncanakan akan sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri.
Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebutkan bahwa nilai investasi proyek tersebut dapat mencapai 100 miliar dolar AS, dengan regulasi terkait pengembangan PLTS di desa akan segera rampung.
BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia +5,12 Persen
BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,12% YoY pada 2Q25 (vs. 2Q24: +5,05% YoY, 1Q25: +4,87% YoY), melampaui ekspektasi konsensus yang memperkirakan +4,8% YoY.
Hasil ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 1H25 tercatat sebesar +4,99% YoY.
Sebagai konteks, pemerintah mengincar pertumbuhan ekonomi di level +5% YoY berdasarkan target APBN 2025 yang telah di–downgrade, sementara target 2025 dari Bank Indonesia — yang telah di–downgrade sebanyak 2x — berada di kisaran +4,6–5,4% YoY.
Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh +4,04% QoQ (vs. 1Q25: –0,98% QoQ, 2Q24: +3,79% QoQ), juga lebih tinggi dari ekspektasi konsensus di level +3,7% QoQ.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi 2Q25 secara tahunan ditopang oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB)/investasi yang tumbuh +6,99% YoY (vs. 2Q24: +4,42% YoY, 1Q25: +2,12% YoY) didorong oleh belanja modal pemerintah (+30,37% YoY). Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh +4,97% YoY (vs. 2Q24: +4,93% YoY, 1Q25: +4,95% YoY) seiring peningkatan belanja kebutuhan primer dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan dengan kenaikan +5,68% YoY (vs. 2Q24: +3,95%, 1Q25: +4,55% YoY) dan andil sebesar 1,13 percentage point (vs. 2Q24: 0,79 percentage point, 1Q25: 0,93 percentage point), didorong produk kelapa sawit, besi dan baja.
Sektor jasa lainnya (+11,31% YoY) dan jasa perusahaan (+9,31% YoY) tumbuh paling pesat pada 2Q25 didorong peningkatan jumlah pengunjung tempat rekreasi dan aktivitas agen/biro perjalanan wisata.
Artikel Terkait
Lagi Viral Video Tradisi di Brebes, Pengantin Wanita Digendong saat Lalui Jembatan Sungai Pemali
Fariz RM Dituntut 6 Tahun Penjara atas Kasus Narkoba, Pengacara: Pengguna tapi Dituntut Sebagai Pengedar
Festival Golo Koe Bunda Maria Assumpta Nusantara 2025 Menjadi Daya Tarik Wisata Inklusif di Mainland Labuan Bajo
Sosok Abu Zayd Al-Balkhi : Pemikir Muslim yang Menyelami Kesehatan Mental Sejak Abad ke-9, Jauh Sebelum Psikologi Modern
Kabar Gembira! Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen di Q2 2025, Industri CPO-Farmasi Jadi Sektor Pendorong Laju Tren Positif
Media Italia Rumorkan Jay Idzes Pindah ke Torino, Bujukan Transfer Capai Rp170 Miliar
Terjadi Ledakan Sumur Minyak Pertamina EP Subang, Tim Investigasi Langsung Dibentuk
Jalan Tengah Polemik Penolakan Peternakan Babi di Jepara yang Akan Dibangun oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Wagub Jateng Sarankan Cari Lokasi Lain
Ada Dampak Penggunaan Gawai Berlebihan pada Anak-anak, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Pengawasan Orang Tua
Akselerasi Transisi dan Ketahanan Energi Nasional, Danantara Indonesia Perkuat Kolaborasi Geothermal Pertamina dan PLN