Pada 9M25,segmen nikel (produk feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15% atau Rp11,15 triliun terhadap total Penjualan Perusahaan, meningkat 83% dibandingkan 9M24 sebesar Rp6,10 triliun.
Pencapaian positif ini ditopang permintaan domestik yang kuat atas kualitas dan spesifikasi bijih nikel ANTAM yang dapat diandalkan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk menjaga kestabilan proses, efisiensi, dan kontinuitas operasi.
Kondisi tersebut menegaskan peran strategis ANTAM dalam mendukung keberlanjutan ekosistem industri hilir nikel nasional serta memperkuat posisinya sebagai penyedia bahan baku utama bagi industri pengolahan nikel di Indonesia.
Produksi bijih nikel pada 9M25 tercatat mencapai sebesar 12,55 juta wet metric ton (wmt), meningkat 72% dari capaian produksi bijih nikel 9M24 sebesar 7,30 juta wmt.
Sementara, penjualan bijih nikel pada 9M25 mencapai sebesar 11,23 juta wmt, meningkat 97% dibandingkan capaian penjualan bijih nikel pada 9M24sebesar 5,71 juta wmt.
Sementara itu, untuk produksi feronikel, ANTAM berhasil mencatatkan produksi dan penjualan feronikel yang optimal di 9M25, dengan capaian produksi sebesar 13.309 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan penjualan mencapai 8.182 TNi.
Segmen bauksit dan alumina , pada 9M25 membukukan kontribusi sebesar 3% terhadap total Penjualan ANTAM dengan nilai Penjualan mencapai Rp1,95 triliun.
Penjualan segmen bauksit dan alumina meningkat 68% dibandingkan capaian Penjualan segmen bauksit dan alumina pada 9M24 sebesar Rp1,16 triliun.
Pada 9M5, ANTAM mencatatkan pertumbuhan volume produksi bauksit yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) dan penjualan kepada pelanggan domestik mencapai sebesar 2,31 juta wmt, meningkat signifikan 263% dari capaian produksi bauksit 9M24 sebesar 637.713 wmt.
Sementara itu, penjualan bauksit pada 9M25 tercatat sebesar 1,10 juta wmt, meningkat signifikan 1.033% dari capaian penjualan bauksit 9M24 sebesar 97.430 wmt.
ANTAM melalui entitas anak, yaitu PT Indonesia Chemical Alumina, mencatatkan capaian produksi alumina pada 9M25 sebesar 134.224 ton alumina, meningkat 27% dari capaian produksi alumina 9M24 sebesar 105.883 ton alumina.
Sementara, volume penjualan alumina pada 9M25 mencapai 134.768 ton alumina, naik 1% dari capaian penjualan alumina 9M24 sebesar 133.065 ton alumina.
Mewujudkan Nilai Tambah Perusahaan melalui Implementasi Keberlanjutan
Artikel Terkait
Kabar Saham Hari Ini : Cek Area Eksplorasi ANTAM Sampai Dengan 30 September 2025 ! Dari Lokasi Jawa Barat Hingga Kalimantan Barat
Kabar Saham Hari Ini : Ahmad Mikail Madjid Diangkat Jadi Direktur Bank Permata, Cek Susunan Daftar Direksi BNLI Paling Terbaru
Kabar Saham Hari Ini : PT Ristra Laboratoris Indonesia Dapat Penyertaan Modal Rp20,3 Miliar dari Kino Indonesia (KINO), Cek Skemanya
Berita Saham Hari Ini : Puradelta Lestari (DMAS) Catatkan Marketing Sales Rp626,4 Miliar di Triwulan III 2025 ! Baru 35 Persen dari Total Target 2025
Kabar Saham Hari Ini : Dinilai Tepat, Ini Alasan Manajemen BATA Hapus Industri Alas Kaki untuk Keperluan Sehari-hari
Berita Saham Hari Ini : Wijaya Karya Pracetak Gedung Digugat PKPU oleh PT Jawara Nusantara Transport Rp1,25 M ! Apa Penyebab Asosias WEGE itu Digugat?
Kabar Saham Hari Ini : Chandra Asri Pacific (TPIA) Akan Akuisisi Jaringan SPBU Esso Milik ExxonMobil di Singapura, Begini Kata Erwin Ciputra
Kabar Saham Hari Ini : Dharma Satya Nusantara (DSNG) Catatkan Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Solid di Tengah Kondisi Fluktuasi Pasar, Ini Rinciannya
Kabar Saham Hari Ini : Perusahaan Cat Dekoratif Avia Avian (AVIA) Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500 2025, Jadi Pencapaian Kali Kedua
Kabar Saham Hari Ini : Terungkap Alasan TGUK Tambah Kegiatan Usaha Baru di Bidang Frozen Meat dan Food Processing ! Seberapa Menjanjikan ?
Berita Saham Hari Ini : Solusi Sinergi Digital (SURGE/WIFI) dan Huawei Kolaborasi Hadirkan Solusi 5G FWA untuk Proyek Internet Terjangkau di Indonesia