KALIMANTANSATU.COM - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) memperoleh Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer) dari Auditor dalam Laporan Keuangan Audit Tahun 2025.
Terkait hal tersebut, Manajemen ZINC buka suara dengan memberikan penjelasan secara detail.
Direktur ZINC, Hendra Susanto William mengungkapkan, sejak 1 Januari 2025 semua hasil produksi yang telah dihasilkan oleh PT Kapuas Prima Coal Tbk sudah tidak dapat dijual ke luar negeri (ekspor) dikarenakan Surat Persetujuan Eskpor (SPE) yang diberikan hanya hingga tanggal 31 Desember 2024.
Hingga saat ini, perseroan masih belum mendapatkan perpanjangannya.
"Hal ini berdampak pada penerimaan atau penjualan perseroan hingga saat ini masih belum ada," ungkap Hendra dalam Laporan Informasi dan Fakta Material Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 2 April 2026.
Lanjut dia, pihak perseroan bergantung pada kegiatan produksi smelter entitas anak Perusahaan yang dimana akan berproduksi secara komersial.
Rencana untuk berproduksi secara komersial estimasi saat ini dapat di laksanakan pada akhir bulan Juni 2026.
"Dengan berproduksi secara komersial smelter entitas anak nantinya, maka secara pendapatan dari pihak perseroan maupun entitas anak Perseroan akan mulai ada, dan secara otomatis dapat menanggung atau digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasional dan lain-lain perseroan dan entitas anak Perseroan," jelasnya.
Pihak perseroan juga sedang berusaha mencari calon investor yang dapat mempercepat Pembangunan Smelter Seng (Zn) dan membantu pembiayaan di sisi tambangnya juga dengan harapan setelah investor masuk dapat mempercepat rencana produksi perseroan maupun anak perusahaannya.
Saat ini, PT Kapuas Prima Coal Tbk masih membatasi kegiatan operasionalnya sambil menunggu kepastian perpanjangan SPE dan berproduksi secara komersialnya smelter entitas anak Perseroan.
Ia memastikan, tidak terdapat dampak terhadap aspek hukum.
Namun dalam aspek keuangan Perseroan, berdampak kepada kondisi tidak adanya pemasukan hingga entitas anak Perseroan berproduksi secara komersial sehingga efisiensi terus dilakukan oleh Perseroan.
Artikel Terkait
Berbagi Kebahagiaan di Momen Lebaran 2026, Seskab Teddy Klaim Bazar Rakyat di Monas Dihadiri 200 Ribu Orang, Beri Hiburan Masyarakat dan Hidupkan UMKM
Viral Kasus Videografer Amsal Sitepu, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Anggap Momentum Menata Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia
Tembus 4,3 Juta Ton ! Stok Beras Indonesia Bikin Rekor Tertinggi Dalam Sejarah, Mentan Amran Sulaiman Prediksi April Bakal Segini Produksinya
Menuju Kemandirian Energi Nasional, Kementan Genjot Hilirisasi Sektor Pertanian Melalui Penguatan Biofuel dan Bioetanol
Stock Split DSSA Sebentar Lagi ! Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Beberkan Jadwal dan Rasionya, Saham Lama Jadi Berapa Saham Baru ?
Laporan Keuangan BLES Tahun 2025 : Pendapatan Bersih Capai Rp1,5 Triliun ! Berapa Penjualan Bata Ringan dan Semen Mortar PT Superior Prima Sukses Tbk?
Sari ROTI Bakal Garap Bisnis Baru Bidang Industri Ransum Makanan Hewan, Apa Tujuan Manajemen Nippon Indosari Corpindo ?
Apa Saja ? PT Segar Kumala Indonesia Tbk Bakal Tambah 3 Bidang Usaha Baru ! Diklaim Bisa Berkontribusi Positif Terhadap Kinerja Keuangan BUAH
Laba Bersih MEDC Turun ! Apa Penyebabnya ? Cek Kinerjanya, Medco Energi Internasional Rilis Laporan Keuangan 2025
Manajemen Garuda Maintenance Facility Aero Asia Ungkap Penyebab Perubahan Total Aset GMFI Lebih dari 20 Persen Sepanjang Tahun 2025