"Perseroan tetap optimis terhadap sumber daya Cadangan mineral yang dimiliki dan prospek usaha terhadap lini smelter yang dimiliki. Kelangsungan usaha Perseroan saat ini bergantung pada keberhasilan masuknya investor untuk melancarkan dan mempercepat seluruh proses penyelesaian prospek usaha dan kredit," tegas Hendra.
"Perseroan masih berusaha mempertahankan statusnya di pasar Bursa dengan terus mematuhi kewajiban yang harus di penuhi di pasar bursa dan Perseroan berharap pihak Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dapat memahami dan memberikan dukungannya," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Berbagi Kebahagiaan di Momen Lebaran 2026, Seskab Teddy Klaim Bazar Rakyat di Monas Dihadiri 200 Ribu Orang, Beri Hiburan Masyarakat dan Hidupkan UMKM
Viral Kasus Videografer Amsal Sitepu, Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Anggap Momentum Menata Sistem Ekonomi Kreatif Indonesia
Tembus 4,3 Juta Ton ! Stok Beras Indonesia Bikin Rekor Tertinggi Dalam Sejarah, Mentan Amran Sulaiman Prediksi April Bakal Segini Produksinya
Menuju Kemandirian Energi Nasional, Kementan Genjot Hilirisasi Sektor Pertanian Melalui Penguatan Biofuel dan Bioetanol
Stock Split DSSA Sebentar Lagi ! Manajemen PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Beberkan Jadwal dan Rasionya, Saham Lama Jadi Berapa Saham Baru ?
Laporan Keuangan BLES Tahun 2025 : Pendapatan Bersih Capai Rp1,5 Triliun ! Berapa Penjualan Bata Ringan dan Semen Mortar PT Superior Prima Sukses Tbk?
Sari ROTI Bakal Garap Bisnis Baru Bidang Industri Ransum Makanan Hewan, Apa Tujuan Manajemen Nippon Indosari Corpindo ?
Apa Saja ? PT Segar Kumala Indonesia Tbk Bakal Tambah 3 Bidang Usaha Baru ! Diklaim Bisa Berkontribusi Positif Terhadap Kinerja Keuangan BUAH
Laba Bersih MEDC Turun ! Apa Penyebabnya ? Cek Kinerjanya, Medco Energi Internasional Rilis Laporan Keuangan 2025
Manajemen Garuda Maintenance Facility Aero Asia Ungkap Penyebab Perubahan Total Aset GMFI Lebih dari 20 Persen Sepanjang Tahun 2025