Dengan penambahan kode KBLI baru, Perseroan memiliki kapasitas untuk merespons kebutuhan pasar tersebut secara legal, terstruktur, dan berkelanjutan.
Apa Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Baru Bagi TRJA ?
Berdasarkan Laporan Studi Kelayakan Perubahan Bidang Usaha Perseroan dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) Ihot, Dollar & Raymond (“ID&R”) No.ID&R/FS/IV/130426-01 tanggal 13 April 2026, berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan -dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Transkon Jaya Tbk dinyatakan “Layak” untuk dilaksanakan.
Pengaruh penambahan kegiatan usaha dilihat dari Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dari realisasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang didasarkan pada perhitungan proyeksi keuangan Perseroan selama 5 (lima) tahun sehubungan dengan Rencana Usaha.
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan memperhitungkan asumsi-asumsi yang telah diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
- Net Present Value (NPV) dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dihasilkan menunjukan angka yang positif yaitu sebesar Rp 95.671.807.034,- (sembilan puluh lima miliar enam ratus tujuh puluh satu juta delapan ratus tujuh ribu tiga puluh empat rupiah). Nilai NPV positif maka mencerminkan bahwa investasi tersebut layak untuk dilaksanakan.
- Internal Rate of Return (IRR) dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dihasilkan adalah sebesar 26,5% (dua puluh enam koma lima persen).
- Profitability Index (PI) dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang diperoleh adalah sebesar 3,16 yang berarti lebih besar dari 1, maka Penambahan Kegiatan Usaha tersebut layak untuk dilaksanakan.
Asumsi proyeksi keuangan dibuat untuk 5 tahun (2026 – 2030) yang mencakup proyeksi pendapatan dari jasa angkutan penumpang dan sewa kendaraan untuk tiap kode KBLI baru (49429, 49422 dan 49229), serta proyeksi beban operator/pengemudi terkaitnya, beban material (pemeliharaan dan perbaikan kendaraan, dan beban penyusutan).
Tiap tahun juga dijadwalkan terjadi Capital Expenditure berupa penambahan armada kendaraan baru sesuai tipe dalam masing-masing kode KBLI baru.
Piutang usaha diasumsikan 45 hari Rincian seluruh asumsi, perhitungan selama periode 5 tahun proyeksi terlampir.
(*)
Artikel Terkait
Hasil Survei LSI Terbaru: 73,9 Persen Publik Nilai Indonesia Demokratis ! Apa Penilaian Responden ?
Tidak Hanya Ekonomi Saja ! Vladimir Putin Tegaskan Rusia Terbuka Kerja Sama Dengan Indonesia di Berbagai Bidang saat Bertemu Prabowo Subianto
Menko Airlangga Hartarto Klaim Ekonomi Indonesia Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari 1998 dan Bandingkan Defisit Anggaran Negara Lain
Ini Alasan Asian Development Bank (ADB) Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026 dan 2027 ! Stabil di Tengah Dinamika Global
Terus Kebut ! Melihat Deretan Progres Nyata Reformasi Pasar Modal Indonesia yang Telah Rampung Digarap OJK, BEI Hingga KSEI
Di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Diramal 5,54 Persen ! Ekonom UI Ungkap Hasil Kajiannya
Indonesia Masuk BRICS Dapat Dukungan Rusia, Prabowo Subianto Beri Apresiasi Vladimir Putin di Moskow, Buka Banyak Peluang Kerja Sama
Apa Alasan Prabowo Kunjungi Rusia ? Terungkap Ketika Bertemu Vladimir Putin
Pemerintah Indonesia Semakin Menarik bagi Investor Asing di Tengah Gejolak Global, Apa Penyebabnya ? Begini Kata Rosan Roeslani
Konsumsi Rumah Tangga Gendong Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I 2026, Intip Hasil Riset BRI Danareksa Sekuritas