investasi

Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:54 WIB
ILUSTRASI INVESTASI SAHAM - Apa itu Belt Hold Saham Trading ? Ada 2 Jenis Sob, Ketahui Contoh Cara Menggunakan dan Memanfaatkannya saat Investasi (Kalimantansatu.com/Pixabay StockSnap)

Masih dikutip dari Ajaib Sekuritas, Bullish Belt Hold adalah sinyal beli. Formasinya memiliki body lilin gemuk seperti White Marubozu dan ekor atas (upper shadow) yang berukuran kecil, tetapi tidak memiliki ekor bawah (lower shadow).

Lihat contoh ilustrasinya pada lilin berwarna hijau di bawah ini :

Contoh Gambar Bullish Belt Hold (Kalimantansatu.com/Dok. Ajaib Sekuritas)

Lilin Bullish Belt Hold memiliki harga terendah (low) yang setara dengan harga pembukaannya (opening).

Body lilin yang gemuk terbentuk dari selisih harga pembukaan dan penutupan yang cukup besar, mencerminkan minat beli yang melonjak secara signifikan. Sementara itu, bagian ekor atas yang tipis melambangkan perlawanan para seller yang sia-sia.

Berdasarkan latar belakang tersebut, pergerakan harga efek berikutnya kemungkinan akan berubah dari bearish menjadi bullish. Ini termasuk pertanda “bullish reversal” yang membuka peluang cuan bagi trader saham.

Sinyal beli dari pola Belt Hold ini sebenarnya kurang akurat. Lilin berbentuk serupa juga sering muncul saat tren sideways maupun kelanjutan tren bearish (bearish continuation).

Oleh karena itu, sebelum membeli sahamnya, kamu harus memeriksa empat hal berikut:

1. Pastikan bahwa pola Bullish Belt Hold hadir pada timeframe harian atau mingguan, bukan pada timeframe kecil seperti 1 jam.

2. Pastikan ada lilin bearish (berwarna merah) sebelum kehadiran lilin Bullish Belt Hold.

3. Pastikan ada lilin bullish lagi (berwarna hijau) setelah kehadiran lilin Bullish Belt Hold.

4. Pastikan ada peningkatan volume beli saat terbentuknya lilin-lilin tersebut.

Baca Juga: 4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob

Demi menjamin akurasi sinyal, kamu juga bisa memeriksa indikator teknikal lain. Jika sinyal beli memperoleh validasi dari indikator lain, maka akurasinya akan lebih meyakinkan.

Sebagai contoh, perhatikanlah grafik harga saham ACES di bawah ini:

Halaman:

Tags

Terkini