Masih dikutip dari Ajaib Sekuritas, Bullish Belt Hold adalah sinyal beli. Formasinya memiliki body lilin gemuk seperti White Marubozu dan ekor atas (upper shadow) yang berukuran kecil, tetapi tidak memiliki ekor bawah (lower shadow).
Lihat contoh ilustrasinya pada lilin berwarna hijau di bawah ini :
Lilin Bullish Belt Hold memiliki harga terendah (low) yang setara dengan harga pembukaannya (opening).
Body lilin yang gemuk terbentuk dari selisih harga pembukaan dan penutupan yang cukup besar, mencerminkan minat beli yang melonjak secara signifikan. Sementara itu, bagian ekor atas yang tipis melambangkan perlawanan para seller yang sia-sia.
Berdasarkan latar belakang tersebut, pergerakan harga efek berikutnya kemungkinan akan berubah dari bearish menjadi bullish. Ini termasuk pertanda “bullish reversal” yang membuka peluang cuan bagi trader saham.
Sinyal beli dari pola Belt Hold ini sebenarnya kurang akurat. Lilin berbentuk serupa juga sering muncul saat tren sideways maupun kelanjutan tren bearish (bearish continuation).
Oleh karena itu, sebelum membeli sahamnya, kamu harus memeriksa empat hal berikut:
1. Pastikan bahwa pola Bullish Belt Hold hadir pada timeframe harian atau mingguan, bukan pada timeframe kecil seperti 1 jam.
2. Pastikan ada lilin bearish (berwarna merah) sebelum kehadiran lilin Bullish Belt Hold.
3. Pastikan ada lilin bullish lagi (berwarna hijau) setelah kehadiran lilin Bullish Belt Hold.
4. Pastikan ada peningkatan volume beli saat terbentuknya lilin-lilin tersebut.
Baca Juga: 4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Demi menjamin akurasi sinyal, kamu juga bisa memeriksa indikator teknikal lain. Jika sinyal beli memperoleh validasi dari indikator lain, maka akurasinya akan lebih meyakinkan.
Sebagai contoh, perhatikanlah grafik harga saham ACES di bawah ini:
Artikel Terkait
Daftar Istilah Saham Bagi Pemula yang Harus Diketahui Sebelum Terjun Sebagai Investor. Jangan Sampai Bingung
5 Tips Investasi Saham agar Cuan Maksimal dengan Modal Kecil
Apa itu Perusahaan Tercatat di Bursa Saham ? Pahami Sob, Ada 12 Sektor Industri Utama Dalam Daftar IDX Industrial Classification atau IDX-IC BEI
Ketahui 4 Papan Pencatatan Bursa Saham BEI Sebelum Investasi ! Apa itu Papan Utama, Papan Ekonomi Baru, Papan Pengembangan dan Papan Akselerasi ?
Terbaru ! Daftar 12 Sektor Industri Utama Saham BEI Sesuai IDX Industrial Classification (IDX-IC)
Tips Langkah Awal Investasi Saham di 2025: Fokus pada Konsistensi, Bukan Modal yang Besar
Ketahui 4 Papan Pencatatan Saham IDX Terbaru ! Informasi Penting untuk Investor dan Masyarakat Umum yang Ingin Terjun ke Pasar Modal Indonesia
Mengenal Apa itu Saham Syariah IDX ! Masuk Dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang Diterbitkan OJK, Berikut Ini Jenis dan Kriteria Saham Syariah BEI
Selain Saham dan Sukuk di Pasar Modal, Ini 4 Instrumen Investasi Syariah yang Bisa Menjadi Alternatif untuk Umat Islam
Mengenal 5 Indeks Saham Syariah IDX atau BEI ! Apa itu ? Ada ISSI, JII, JII70, IDX-MES BUMN 17 dan IDXSHAGROW
Panduan Tata Cara Pendaftaran Saham di KSEI Terbaru ! Cek Tahapan, Dokumen Persyaratan yang Perlu Dipersiapkan dan Berapa Biayanya
5 Saham Kena Suspend BEI Setelah Harga Melonjak, Salah Satunya JARR Perusahaan Milik Haji Isam
Jangan Panik Ketika Harga Saham Turun Sob ! Fluktuasi itu Biasa, Ketahui 5 Pilar Ketenangan dalam Investasi Saham bagi Pemula
Apa itu Support dan Resistance Saham ? Trader dan Investor Harus Tahu Bagaimana Contoh Penerapannya dengan Melihat Grafik Perdagangan
4 Cara Menentukan Support Saham Sebelum Membeli ! Investor dan Trader Bisa Coba Pakai Metode Ini
4 Cara Menentukan Resistance Saham Sebelum Membeli Untuk Trader dan Investor, Wajib Paham Sob
Apa itu FCA Saham ? Investor Pemula Harus Tahu Mekanisme Perdagangan FCA Saham dan Berapa Lama Durasi agar Saham Keluar FCA
Tujuan dan Kriteria FCA Saham Apa Saja ? Buat Investor Pemula ! Ketahui Juga Cara Kerja FCA Saham Biar Makin Paham
Apa itu Quasimodo Pattern Dalam Analisa Teknikal Saham ? Wajib Tahu ! Ketahui Jenis, Cara Membaca, Kelebihan dan Kekurangannya