Banyak trader menganggap nilai ADX di atas 25 atau 30 sudah cukup kuat untuk menerapkan strategi trading mengikuti tren (trend-following).
Sebaliknya, nilai ADX di bawah 25 atau 30 menandakan kondisi pasar sedang sideways (ranging) dan tidak cocok untuk strategi trend-following.
Nilai ADX yang rendah biasanya juga mencerminkan situasi akumulasi/distribusi.
Pergerakan harga naik turun dalam rentang yang sangat sempit dalam upaya buyer atau seller untuk menemukan sekutu mereka.
Ketika salah satu kubu buyer/seller berhasil menghimpun massa dengan minat beli/jual yang lebih besar dibandingkan rivalnya, pergerakan harga akan breakout dari rentang sideways sebelumnya.
Nilai ADX juga akan meningkat seiring dengan berkembangnya situasi ini.
Untuk memahaminya dengan lebih jelas, perhatikan grafik harga saham ANTM di bawah ini. Grafik bertipe candlestick dengan rentang waktu bulanan, sehingga setiap lilin melambangkan pergerakan harga satu bulan.
Grafik di atas menunjukkan dengan jelas bahwa harga saham ANTM terjebak dalam situasi sideways (kanal oranye) selama tahun 2018-2020.
Kemudian, harga mengalami breakout pada Desember 2020.
Breakout tersebut terlihat dalam terbentuknya candle hijau yang berukuran sangat besar.
Para buyer menunjukkan tajinya pada saat itu.
Selaras dengan breakout tersebut, indikator ADX “melompat” ke atas ambang 25 (garis biru).
Ketika harga saham ANTM mengalami sideways lagi pada tahun 2023, indikator ADX juga melandai terus hingga sampai ke bawah 25.