perbankan

Anatomi Deposito BPR vs Bank Umum: Mana yang Lebih Aman untuk Imbal Hasil Maksimal ?

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:52 WIB
Ilustrasi investor berencana menabung deposito di bank. Anatomi Deposito BPR vs Bank Umum: Mana yang Lebih Aman untuk Imbal Hasil Maksimal ? (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Mohamed_hassan)

Untuk dana mengendap (misalnya untuk kebutuhan 6 bulan hingga 1 tahun ke depan), alokasikan ke BPR yang sudah terdaftar dan diawasi OJK serta merupakan peserta penjaminan LPS.

3. Terapkan Strategi Laddering (Tangga Deposito)

Pecah dana Anda ke beberapa bilyet deposito BPR dengan jatuh tempo berbeda (misal: 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan). Ini menjaga arus kas tetap mengalir sekaligus menikmati bunga tinggi.

4. Selalu Cek Suku Bunga Penjaminan (SBP) LPS Terbaru

Sebelum menandatangani bilyet deposito BPR, pastikan bunga yang Anda dapatkan sama dengan atau di bawah batas SBP BPR. Jangan tergiur oleh "cashback" atau bunga tambahan di luar ketentuan jika hal itu membuat simpanan Anda tidak dijamin LPS.

Setelah penjelasan detail tersebut, mana yang lebih aman untuk imbal hasil maksimal? Deposito BPR adalah pemenangnya dari sisi imbal hasil, tanpa mengorbankan keamanan.

Selama BPR tempat Anda menabung terdaftar di OJK, menjadi peserta LPS, dan suku bunga yang diberikan tidak melebihi batas penjaminan LPS, tingkat risiko deposito BPR sama amannya dengan Bank Umum.

Dengan membagi alokasi simpanan secara bijak—menggabungkan kepraktisan Bank Umum dan imbal hasil optimal dari BPR—portofolio investasi jangka pendek Anda akan tumbuh lebih maksimal dan tetap tenang dari risiko finansial.

(Prabu Warah)

Halaman:

Tags

Terkini