Suku bunga deposito yang ditawarkan BPR umumnya lebih tinggi 1% hingga 2,5% dibanding Bank Umum (terutama bank skala besar atau KBMI 3 dan 4).
Fenomena ini bukan tanpa alasan bisnis yang logis, ada alasannya yakni :
- Biaya Operasional dan Pemasaran: BPR tidak mengeluarkan biaya triliunan rupiah untuk membangun infrastruktur teknologi yang rumit atau jaringan cabang di seluruh Indonesia.
- Kebutuhan Likuiditas Regional: BPR membutuhkan dana pihak ketiga (DPK) untuk menyalurkan kredit kepada pelaku UMKM lokal yang biasanya dikenakan suku bunga pinjaman lebih tinggi. Bunga pinjaman yang tinggi ini memberikan ruang (spread) bagi BPR untuk memberikan bunga deposito yang memikat kepada nasabah.
- Kompensasi Kepraktisan: Karena BPR umumnya belum memiliki aplikasi mobile banking secanggih bank nasional, tingkat bunga yang tinggi menjadi insentif utama agar nasabah mau memarkirkan dananya.
Faktor Keamanan: Peran Kunci Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Banyak investor pemula ragu menempatkan dana di BPR karena menganggap risikonya setara dengan investasi bodong.
Padahal, keamanan deposito di BPR maupun Bank Umum pada dasarnya setara, selama memenuhi syarat penjaminan LPS.
LPS menjamin simpanan nasabah di seluruh bank yang beroperasi di Indonesia (baik Bank Umum maupun BPR) dengan batasan sebagai berikut:
1. Batas Maksimal Nominal: Maksimal Rp2 Miliar per nasabah per bank.
2. Syarat 3C LPS antara lain:
- Recorded (Tercatat): Simpanan Anda tercatat secara sah di pembukuan bank.
- Reasonable Rate (Bunga Wajar): Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Suku Bunga Penjaminan (SBP) LPS.
- No Unhealthy Conduct (Tindak Merugikan): Nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank (misalnya memiliki kredit macet di bank tersebut).
Catatan Penting SBP LPS: LPS menetapkan batas Suku Bunga Penjaminan yang berbeda antara Bank Umum dan BPR. SBP untuk BPR selalu ditetapkan lebih tinggi dibanding Bank Umum. Selama bunga deposito BPR yang Anda terima tidak berada di atas SBP BPR yang berlaku, dana Anda 100% aman dijamin negara.
Bagaimana Strategi Mengoptimalkan Deposito BPR dan Bank Umum ?
Agar bisa menikmati imbal hasil maksimal tanpa mengorbankan faktor keamanan, Anda bisa menerapkan strategi kombinasi berikut:
1. Gunakan Bank Umum untuk Dana Operasional & Likuiditas Cepat
Tempatkan dana yang sewaktu-waktu mungkin Anda butuhkan dalam 1–3 bulan ke depan di deposito Bank Umum atau flexi-deposit bank digital agar mudah dicairkan langsung dari smartphone.
2. Gunakan Deposito BPR untuk Passive Income & Dana Jangka Menengah
Artikel Terkait
Inilah Agenda di Bulan Kemerdekaan HUT ke-81 RI Tahun 2026, Dari Zikir Bersama Hingga Merdeka Run
Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Mediasi Serikat Pekerja PT SGN dengan Manajemen, Tuntaskan Tuntutan Aspirasi Karyawan
Alamak ! 3 Pejabat PDAM Bekasi Diduga Korupsi Proyek Pipa Air Bersih, Bikin Negara Boncos Rp4,5 Miliar
Persiapan DIKPI Bentuk Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia, Menjadi Wadah Kolaboratif Penyelenggara Ilmu Kepolisian
Prabowo Ajak Warga Pakai Atap Ramah Lingkungan, Ternyata Sejalan dengan Program 'Ganti Atap' Kolaborasi Promedia Group Bersama SKI Pakai Alduro
Pakar Soroti Aspek Konstitusional dan Metodologi Audit BPKP, Jangan Ada Lagi Korban Ketidakpastian Hukum Kerugian Negara
Kini Program Ganti Atap Rumah Wartawan Sampai ke Tasikmalaya ! Cerita Jurnalis Mediapriangan.com Selama 1,5 Tahun Hidup di Bawah Atap Bocor
Bukan Keterbatasan ! Tak Perlu Lahan Luas, Hidroponik Sumbu Jadi Solusi Bertani di Perkotaan
Sinking Fund vs Emergency Fund: Strategi 'Kantong Ajaib' Agar Tabungan Utama Tak Pernah Jebol ! Keuangan Kamu Sering Goyah Setiap Akhir Tahun Tiba ?
Dilema Pelunasan KPR: KPR Tenor Panjang + Investasi vs Pelunasan Dipercepat, Lebih Baik Pakai Strategi Mana?