Buka Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Perlindungan Anak Adalah Investasi Jangka Panjang

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Minggu, 27 Juli 2025 | 07:32 WIB
Penampilan seni kebudayaan saat Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)
Penampilan seni kebudayaan saat Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina membuka acara Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025).

Acara ini menjadi wadah untuk merayakan Hari Anak Nasional dan menekankan pentingnya peran anak-anak sebagai tunas bangsa.

Ria Norsan mengatakan, anak-anak adalah anugerah sekaligus amanah.

Sudah menjadi tanggung jawab bersama baik sebagai orang tua, pendidik, masyarakat, maupun pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang di tengah keberagaman.

Baca Juga: Hadiri Tabligh Akbar Ustaz Das'ad Latif di Masjid Raya Mujahidin, Ketua DMI Kalbar Ria Norsan Ajak Umat Islam Hijrah ke Arah Lebih Baik

"Kita juga perlu mengingat bahwa perlindungan anak adalah investasi jangka panjang. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bagi anak-anak, akan menentukan seperti apa masa depan Indonesia kelak," kata Ria Norsan dalam sambutannya.

Anak-anak, terang Norsan, merupakan generasi emas yang menjadi salah satu penentu pemajuan objek kebudayaan di masa mendatang.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina membuka acara Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025).
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Kalbar Erlina membuka acara Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

Sehingga, perlu sejak dini untuk diperkenalkan dan diberi ruang kreatifitas dalam rangka menumbuhkan kecerdasan dan karakter yang berbudaya.

"Di balik setiap impian besar anak, terdapat sinergi dua aspek yang luar biasa, yaitu kecerdasan dan kreativitas. Anak cerdas tidak hanya mampu memahami konsep dengan cepat, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan ide-ide baru dalam berkarya seni, mengeksplorasi dan mengkolaborasi berbagai kemungkinan, untuk menemukan cara unik dalam mewujudkan ide dalam sebuah karya," ungkap Norsan memaparkan.

Baca Juga: Layanan Publik Ditinjau WamenPAN RB di Pontianak, Gubernur Kalbar Ria Norsan Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima bagi Masyarakat

Ketika kecerdasan berperan sebagai navigasi, lanjut Norsan, kreativitas adalah layar yang menangkap angin inspirasi, mengantarkan kapal harapan berlabuh di pulau keberhasilan, hingga mereka berhasil melahirkan karya-karya kreatif sesuai zaman saat ini.

Penampilan seni kebudayaan saat Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025).
Penampilan seni kebudayaan saat Gelar Anak Khatulistiwa 2025 di Taman Budaya Pontianak, Sabtu (26/7/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

"Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, mari kita perkuat kolaborasi dan sinergi dalam menciptakan ruang ramah anak, ciptakan kegiatan kegiatan yang mengedukasi anak-anak, sekolah ramah anak, dan lingkungan sosial yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk berkembang secara optimal," pungkasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X