Setiap 15 Menit, 1 Anak Palestina Tewas Akibat Serangan Genosida Israel ! Trauma Anak-anak Palestina di Gaza

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 17 Oktober 2023 | 08:01 WIB
Seorang ayah menggendong anaknya yang menjadi korban serangan Israel ke Palestina yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 pasca Hamas menyerang Israel. (Al-Jazeera)
Seorang ayah menggendong anaknya yang menjadi korban serangan Israel ke Palestina yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 pasca Hamas menyerang Israel. (Al-Jazeera)

Diperkirakan satu juta warga Palestina di Gaza menjadi pengungsi, menurut PBB, termasuk lebih dari 600.000 orang yang ditampung di bagian tengah dan selatan Gaza, menurut UN OCHA.

Pemadaman Listrik Total

Sejak 11 Oktober pukul 14.00 waktu setempat, Gaza telah mengalami pemadaman listrik total, setelah pemerintah Israel memutus pasokan listrik dan bahan bakar pada tanggal 7 Oktober dan Pembangkit Listrik Gaza menghabiskan cadangannya.

Menurut UN OCHA, kurangnya listrik telah memperburuk krisis pangan karena pendinginan tidak memungkinkan dan kegiatan irigasi dan pertanian terhenti.

Cadangan bahan bakar dan generator cadangan di rumah sakit diperkirakan tidak akan bertahan lebih dari 24 jam.

Pihak berwenang Israel menghentikan pasokan air ke Gaza pada tanggal 9 Oktober, dan sejak itu, ketiga pabrik desalinasi air di Gaza terpaksa menghentikan operasinya.

Mayoritas warga Palestina di Gaza tidak memiliki akses terhadap air minum bersih, dan beberapa terpaksa meminum air sumur yang kotor, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan penyakit yang ditularkan melalui air.

Meskipun pihak berwenang Israel menyatakan untuk melanjutkan pasokan air ke Gaza selatan kemarin, tidak ada listrik untuk mengoperasikan pompa air, serangan udara Israel telah merusak banyak saluran air, dan sangat sedikit air di Gaza yang dapat diminum.

Trauma Anak-anak Palestina di Gaza

Dampak psikologis yang dialami anak-anak Palestina di Gaza semakin ditegaskan oleh tantangan-tantangan yang mereka hadapi sebelum serangkaian serangan militer Israel baru-baru ini.

Trauma yang dialami anak-anak Palestina di Gaza lebih dari sekadar penderitaan pribadi.

Menyaksikan kematian anak-anak lain menambah penderitaan mereka, meninggalkan luka yang tak terhapuskan pada kesehatan mental mereka.

Seluruh keluarga musnah dalam sekejap mata, menghancurkan fondasi rumah tangga.

Anak-anak yang tadinya merasa nyaman dalam pelukan keluarga, kini menjadi yatim piatu.

Dampak emosional yang dirasakan anak-anak ini sangat besar, karena mereka tidak hanya bergulat dengan penderitaan akibat situasi di kota mereka saat ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Defense For Children International Palestine

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X