"Saya bisa jalan sendiri," katanya sambil berupaya berdiri namun urung, karena dicegah petugas.
Lelaki 92 tahun itu lalu melanjutkan ceritanya, mengungkap rasa cinta tak terkira pada sang belahan jiwa.
"Ya sayang buanget, saya sudah siapkan tempat peristirahatan terakhir nanti bersebelahan sama saya," kata lelaki kelahiran Jogjakarta tersebut.
Bila pepatah bilang, cinta ada karena biasa.
Begitu pula Mbah Bardan dengan kisahnya.
"Awal mula saya kenal istri saya, karena dulu suka ngaji bersama, eh lha kok jadi saling cinta," tuturnya.
Petugas haji tampak tersenyum mendengar kisah Mbah Bardan.
Ada perasaan tak nyaman yang menyesakkan dada.
Ini bukan kisah Adam dan Hawa, bukan pula Habibi dan Ainun.
Tapi, kisah Mbah Bardan yang senantiasa setia berharap supaya dapat sesurga berdua dengan istri tercinta.
"Gapapa, saya sudah sampai sini, saya doakan istri masuk surga, saya dan dia bisa bersama di surga." pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Wafiq Safarash Jemaah Haji Indonesia Termuda 2024 dari Kloter 2 Embarkasi Batam
Jangan Tahan Buang Air saat Perjalanan ke Tanah Suci, Ini Tips dari Kabid Kesehatan KKHI PPIH Arab Saudi dr Indro Purwoko untuk Jemaah Haji Indonesia
Ada Hal yang Harus Dilakukan Jemaah Haji Indonesia saat Tiba di Bandara Arab Saudi. Ketahui Alur Kedatangan Fast Track dan Non Fast Track
Bisa Ditindak Askar ! Ini 6 Hal yang Harus Dihindari oleh Jemaah Haji Indonesia saat di Tanah Suci
Kisah Jemaah Haji Indonesia Usia 93 Tahun Didampingi Anaknya ke Tanah Suci. Daftar Selisih 6 Tahun, Berangkat Bareng di Tahun 2024
Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024 Nurjanah dan Nenek Ummi. Daftar Haji 12 Tahun Lalu dari Hasil Panen Kebun, Kini Terbantu Layanan Prioritas Lansia
Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024: Inspiratif, Walau Tak Bisa Melihat dan Menunggu 14 Tahun, Nek Sajeriah Sangat Bahagia Berangkat Ibadah ke Tanah Suci