Bupati Situbondo Rio Wahyu Prayogo Anggap Praktik Feodal Masih Bayangi Indonesia, Sempat Viral Jejak Olokan Gus Miftah hingga Iringan Raffi Ahmad

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 06:55 WIB
Menyoroti pernyataan Bupati Situbondo, Rio Wahyu Prayogo terkait praktik feodal yang dinilai masih terjadi di lingkungan pemerintahan RI. (Kalimantansatu.com/Dok. YouTube HelmyYahyaBicara)
Menyoroti pernyataan Bupati Situbondo, Rio Wahyu Prayogo terkait praktik feodal yang dinilai masih terjadi di lingkungan pemerintahan RI. (Kalimantansatu.com/Dok. YouTube HelmyYahyaBicara)

Peringatan Rio Wahyu seakan kian relevan dengan berbagai peristiwa yang sempat mencuri perhatian publik.

Salah satunya adalah kasus yang melibatkan penceramah, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Dalam video yang beredar di media sosial, Miftah terlihat mengolok seorang pedagang es teh saat berceramah di Magelang, Jawa Tengah, pada November 2024.

Tindakan itu pernah menuai kritik luas karena dianggap mencerminkan sikap merendahkan.

Tak lama setelah itu, warganet menggali rekam jejak Miftah di berbagai video lama—mulai dari menoyor kepala istrinya hingga melontarkan ejekan kepada pelawak senior Yati Pesek.

Kala itu, akademisi, Rocky Gerung menilai tindakan tersebut kental dengan nuansa patriarkal dan feodal.

Baca Juga: Bagaimana Kelanjutan Nasib Utang Whoosh ? Danantara Ungkap Siap Negosiasi ke China dan Targetkan Kesepakatan Rampung, Begini Respons Menkeu Purbaya

Rocky menyebut gelar “Gus” yang disandang Miftah membuatnya punya pengaruh besar meski perilakunya tak selalu mencerminkan keteladanan.

Akibat tekanan publik, Miftah akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan.

Ketika Status Jadi Alasan Istimewa

Kasus lain yang memperkuat peringatan soal feodalisme di Tanah Air juga pernah muncul pada awal 2025. Kala itu, publik dikejutkan dengan video iring-iringan mobil berpelat RI 36 yang membuka jalan dengan bantuan patwal.

Belakangan diketahui mobil tersebut milik Raffi Ahmad, utusan khusus presiden untuk generasi muda dan pekerja seni. Insiden itu memunculkan perdebatan mengenai keistimewaan yang diberikan kepada figur publik.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ancam Tak Perpanjang Izin AQUA ! Jalan Sering Rusak Karena Truk Pengangkut Galon Melebihi Kapasitas alias ODOL

Menyikapi hal itu, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya pernah menyatakan telah menegur Raffi.

Saat itu, Raffi menegaskan dirinya tidak berada di dalam mobil saat kejadian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X