Viral Kasus Ibu Hamil Meninggal di Papua Karena Ditolak 4 RS saat Mau Melahirkan, Ketua DPR Puan Maharani Minta Evaluasi Penanganan Kesehatan

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 25 November 2025 | 21:52 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (Kalimantansatu.com/Dok. IG @puanmaharaniri)
Ketua DPR RI Puan Maharani (Kalimantansatu.com/Dok. IG @puanmaharaniri)

Baca Juga: DPR Bongkar Kecurangan Solar Subsidi ! Ada Dugaan Manipulasi Barcode Massal, dari Mobil Mewah Pakai Solar Murah hingga Modus Barcode Ganda

Tito mengatakan bahwa pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan Gubernur Mathius Fakhari dan meminta untuk membantu keluarga korban.

“Saya minta Pak Gubernur sesegera mungkin ke rumah keluarga korba, semua dibantu,” ucap Tito kepada awak media kawasan Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 24 November 2025.

Bakal Laksanakan Audit Internal

Tito juga menyebut penanganan kejadian tersebut, salah satunya dengan akan dilakukan audit internal.

“Melakukan audit internal, masalahnya di mana, dikumpulkan rumah sakit-rumah sakit itu, termasuk juga para pejabat yang di Dinas Kesehatan, baik provinsi, kabupaten, dan swasta,” tambahnya.

“Menkes dan saya sudah komunikasi, Pak Menkes hari ini dan dari Kemendagri hari ini juga turun ke Jayapura untuk melakukan audit,” paparnya.

Pihak Kemendagri, kata Tito akan melakukan audit dari sisi aturan yang diberlakukan, termasuk peraturan kepala daerah.

Baca Juga: Setelah Penunjukan Irene Sebagai Wakil Dubes Baru di Beijing, KIKT Optimis Hubungan Ekonomi Indonesia-China Makin Erat. Begini Respons Boy Thohir

“Peraturan Bupati itu kan melibatkan rumah sakit Kabupaten Jayapura, kemudian peraturan Gubernur karena yang terakhir kan di RSUD Dok II Jayapura,” jelasnya.

Sedangkan dari Kemenkes, kata Tito akan berfokus pada audit teknis mengenai masalah layanan kesehatan yang dilakukan oleh tim khusus.

Pesan Presiden Prabowo: Jangan Sampai Terulang Lagi

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga membeberkan pesan yang diterima dari Presiden Prabowo terkait insiden tersebut.

“Tadi pesan dari Bapak Presiden, jangan sampai terulang lagi. Segera lakukan audit untuk mengetahui bab masalahnya, lalu perbaikan apakah fasilitasnya, tata kelola, orangnya, atau aturannya,” ujar mantan Kapolri itu.

“Ini yang kami tunggu nanti saat kami berangkat ke sana,” tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X