Pakar Militer Anggap Kehadiran Indonesia di BoP Penting Agar Israel Tak Memonopoli Narasi, Ini Penjelasannya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Senin, 16 Februari 2026 | 13:49 WIB
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi (Kalimantansatu.com/Dok. IST)
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi (Kalimantansatu.com/Dok. IST)

Saat ini, persetujuan Israel sedang ditekan secara kolektif melalui instrumen internasional di BoP.

Kehadiran Indonesia di meja perundingan justru menjadi kunci untuk menggagalkan upaya Israel menggunakan "veto politik" dalam menolak pasukan dari negara Muslim.

Tanpa Indonesia, faksi kanan Israel akan lebih mudah mengisolasi Gaza dari pengawasan dunia luar.

"Consent Israel sedang dipaksa hadir melalui tekanan internasional di Board of Peace. Absennya kita di meja perundingan justru mempermudah Israel menggunakan veto politiknya untuk menolak pasukan negara Muslim, persis seperti keinginan faksi kanan mereka," kata Khairul.

(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X