Menteri Utama Provinsi Sindh, yang meliputi Karachi, Murad Ali Shah, menggambarkan insiden tersebut sebagai "sangat tragis" dan memerintahkan penyelidikan yang tidak memihak.
“Di saat negara menghadapi situasi seperti perang, tidak pantas untuk menyabotase perdamaian dan ketertiban,” katanya, seraya juga menyatakan solidaritas dengan Iran dan rakyatnya.
Kedutaan Besar AS di Islamabad dalam pernyataan singkat pada tanggal X mengatakan bahwa mereka "memantau laporan demonstrasi yang sedang berlangsung" di fasilitas AS di Karachi, Lahore, dan Islamabad, dan menyarankan warga AS untuk menghindari kerumunan besar.
Kekerasan pada hari Minggu itu bukanlah tanpa preseden. Pada November 1979, sekelompok massa menyerbu dan membakar Kedutaan Besar AS di Islamabad, menewaskan dua warga Amerika dan dua staf Pakistan.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Ruhollah Khomeini, pemimpin revolusi Islam Iran, menyiarkan klaim, yang kemudian terbukti salah, bahwa AS dan Israel berada di balik perebutan Masjid Agung di Mekah.
Desas-desus itu menyebar dengan cepat di seluruh Pakistan, menarik kerumunan orang yang membanjiri pasukan keamanan.
Peristiwa itu tetap menjadi salah satu serangan paling serius terhadap fasilitas diplomatik AS dalam sejarah negara tersebut.
Kekerasan di wilayah utara
Di Gilgit-Baltistan, wilayah pegunungan utara dengan populasi Syiah yang signifikan, kerusuhan juga sangat parah.
Sedikitnya delapan orang tewas di kota Skardu setelah para pengunjuk rasa membakar kantor Kelompok Pengamat Militer Perserikatan Bangsa-Bangsa di India dan Pakistan.
Bangunan lain, termasuk sebuah sekolah, juga mengalami kerusakan.
Pihak berwenang memberlakukan jam malam selama tiga hari di Skardu, dan para pejabat menggambarkan situasi tersebut sebagai tegang.
Di kota Lahore, ratusan orang berkumpul di luar Kedutaan Besar AS.
Beberapa orang mencoba menerobos masuk sebelum polisi membubarkan mereka dengan gas air mata. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di sana.
Aksi protes juga diadakan di Peshawar, Multan, dan Faisalabad, di mana kerumunan besar turun ke jalan untuk mengecam AS dan Israel serta berduka atas kematian Khamenei.
Artikel Terkait
Laba Bersih Cimory Tumbuh 33,80% Menjadi Rp2,03 Triliun pada Tahun 2025 ! Bos Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Beberkan Capaian Angka Kinerja Positif
ENRG Catat Pertumbuhan 2 Digit pada 2025, Apa Kata Bos Energi Mega Persada ?
Parade Imlek Nusantara Meriahkan Jakarta ! Meski Diguyur Hujan, Masyarakat Sangat Antusias
Ketupat Cap Go Meh Bobon Santoso Jadi Primadona di Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Jakarta
Apa Dampak Perang AS vs Iran bagi Ekonomi Indonesia ? Begini Pendapat Pengamat Ekonomi Noviardi Ferzi
Petani NTT Ucap Syukur, 3.000 Pohon Buncis Terserap Semua Berkat Program MBG
Petani Manggarai NTT Semangat Tanam Sayur : Sejak Ada MBG, Harga Wortel Kami Naik 3 Kali Lipat
Waktu Makin Mepet, Mentan Amran Sulaiman Target Cetak Sawah Rakyat Seluas 101.503 Hektare Dalam Satu Bulan ke Depan : 'Bergerak Cepat, Ini Penentu'
Baru Dibuka ! Cek Syarat Mudik Gratis Dishub Bekasi 2026 dan Ketentuan Cara Daftar di Link mudikbareng.karcisku.id
Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka Mulai 3 Maret ! Cek Syarat, Rute Tujuan Keberangkatan Hingga Cara Daftar Lewat Link mudikpertamina2026.com