BNPB mengomandoi langsung pendirian Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo serta Posko Taktis di Maumere untuk membagi jangkauan penanganan di Flores bagian barat dan timur.
“Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka Posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada. Dua titik ini harapannya bisa mempercepat semua langkah penanganan bencana," paparnya.
4. Pembukaan Posko Logistik Terpusat di Jakarta
Untuk menghimpun bantuan dari berbagai pihak, BNPB membuka Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang tersambung langsung lewat jalur udara ke wilayah Flores.
“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere," ujar Suharyanto.
5. Pencarian dan Pertolongan Korban Dipimpin Basarnas
Basarnas diinstruksikan memimpin penuh operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dengan mengonsolidasikan personel TNI, Polri, dan relawan di lokasi penyisiran.
“Kami mohon Kepala Basarnas sesuai undang-undang memimpin langsung proses pencarian pertolongan. Mohon unsur TNI-Polri dan relawan bergabung di bawah kepemimpinan Kabasarnas," pintanya.
6. Pemulihan Fasilitas Vital dan Pendataan Kerusakan
Pemerintah menargetkan pemulihan darurat jaringan listrik, air, BBM, dan telekomunikasi selesai dalam tujuh hari. Di saat bersamaan, pendataan rumah rusak dilakukan secara paralel untuk mempercepat skema pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," imbuh Suharyanto.
7. Mobilisasi Alutsista Udara dan Laut
Guna menembus daerah terisolasi, armada helikopter, pesawat sayap lebar, dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB dikerahkan penuh mengangkut bahan pangan dan perlengkapan pengungsian.
“Dari TNI ada empat helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB dua pesawat sayap lebar dan satu helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik," katanya.
8. Pusat Informasi Resmi (Media Center)
Artikel Terkait
Layanan Haji 2026 Dipuji Jemaah, BPS Catat Indeks Kepuasan Tembus Kategori Sangat Memuaskan, Bakom RI: Komitmen Transformasi Terus Berlanjut
Kemenbud Pulangkan Lima Artefak Papua dari AS, Hasil Repatriasi Artefak Bakal Dipajang di Museum Nasional, Begini Kata Fadli Zon
Stabilitas Keamanan Nasional Mantap Jelang HUT ke-81 RI, Bakom RI Minta Masyarakat Bijak Bermedsos, Qodari: Waspadai Disinformasi di Ruang Digital
Kinerja dan Popularitas Mentereng, Seskab Teddy Indra Wijaya Masuk 3 Besar Pejabat Berkinerja Terbaik versi Hasil Survei IPO
Sinergi Jatim-Kalbar: Strategi Khofifah dan Dekranasda Bawa Produk Lokal Naik Kelas, Dorong Kolaborasi UMKM
Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026: Dorong Hilirisasi Komoditas dan Buka Peluang Pelaku Usaha, Jalin Kemitraan Strategis
Hasil RUPSLB BEI 2026: Perubahan Susunan Komisaris, Nama Sekuritas, hingga Persiapan Demutualisasi ! Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris
Peringati 49 Tahun Pasar Modal ! Gandeng Pegadaian dan OJK, BEI Tawarkan Instumen ETF Emas Berbasis Syariah untuk Investor Ritel dan Institusi
Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak, Salurkan Berbagai Bantuan
Kado HUT ke-81 RI: Pecah Rekor! Indonesia Ekspor 200.000 Ton Beras Premium ke Malaysia Senilai Rp3,39 Triliun