Pemerintah Indonesia Siapkan 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pasca-Gempa M7,7 di Pulau Flores ! Ini Instruksi Kepala BNPB Suharyanto

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan Pemerintah Republik Indonesia (RI) bergerak cepat menyusun delapan skema strategis guna mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascadiguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7.  (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto menegaskan Pemerintah Republik Indonesia (RI) bergerak cepat menyusun delapan skema strategis guna mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascadiguncang gempa bumi bermagnitudo 7,7. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

BNPB mengomandoi langsung pendirian Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo serta Posko Taktis di Maumere untuk membagi jangkauan penanganan di Flores bagian barat dan timur.

“Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka Posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada. Dua titik ini harapannya bisa mempercepat semua langkah penanganan bencana," paparnya.

4. Pembukaan Posko Logistik Terpusat di Jakarta

Untuk menghimpun bantuan dari berbagai pihak, BNPB membuka Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang tersambung langsung lewat jalur udara ke wilayah Flores.

“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere," ujar Suharyanto.

5. Pencarian dan Pertolongan Korban Dipimpin Basarnas

Basarnas diinstruksikan memimpin penuh operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) dengan mengonsolidasikan personel TNI, Polri, dan relawan di lokasi penyisiran.

“Kami mohon Kepala Basarnas sesuai undang-undang memimpin langsung proses pencarian pertolongan. Mohon unsur TNI-Polri dan relawan bergabung di bawah kepemimpinan Kabasarnas," pintanya.

6. Pemulihan Fasilitas Vital dan Pendataan Kerusakan

Pemerintah menargetkan pemulihan darurat jaringan listrik, air, BBM, dan telekomunikasi selesai dalam tujuh hari. Di saat bersamaan, pendataan rumah rusak dilakukan secara paralel untuk mempercepat skema pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut," imbuh Suharyanto.

7. Mobilisasi Alutsista Udara dan Laut

Guna menembus daerah terisolasi, armada helikopter, pesawat sayap lebar, dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB dikerahkan penuh mengangkut bahan pangan dan perlengkapan pengungsian.

“Dari TNI ada empat helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB dua pesawat sayap lebar dan satu helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik," katanya.

8. Pusat Informasi Resmi (Media Center)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X