Validitas data akan menentukan efisiensi penanganan, baik dalam fase tanggap darurat maupun tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Jadi status itu penting untuk ditetapkan baik di level kabupaten terdampak maupun di provinsi. Dan kaitannya dengan akuntabilitas itu juga pendataan. Baik pendataan untuk kepentingan tanggap darurat maupun pendataan untuk rehab rekon,” katanya.
Berkaca dari histori bencana terdahulu, Pratikno mengingatkan adanya perbedaan ketepatan waktu pendataan antarwilayah.
Maka dari itu, ia mengimbau pemerintah daerah memastikan proses pemetaan data berjalan secara akurat sejak awal.
Dukungan Penuh Pusat untuk Pemulihan NTT
Menko PMK menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal pemda dalam mengatasi dampak bencana.
“Kami diperintah Bapak Presiden untuk mendukung Bapak-Ibu semuanya di daerah. Bapak Presiden bukan hanya memerintah tapi juga memberikan bantuan secara langsung,” katanya.
Ia mengimbau pemerintah daerah segera menginventarisasi dan menyalurkan daftar kebutuhan mendesak ke pusat melalui posko utama.
Pratikno turut menyampaikan apresiasi atas respons sigap seluruh unsur pemerintah dalam kurun waktu 24 jam pascabencana.
“Sekali lagi terima kasih atas kerja kerasnya. Dalam waktu hanya 24 jam lebih sedikit kita sudah melangkah sangat jauh,” katanya.
Menutup keterangannya, Pratikno berharap proses pemulihan berjalan lancar dan momentum ini dapat dijadikan sarana untuk membangun infrastruktur NTT yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana di masa depan.
“Jadi semoga NTT segera recover. Duka kita yang mendalam kepada para korban. Jadi bencana membuat daerah menjadi lebih baik itu harapan kita. Kita tidak ingin hanya merecover kembali keadaan semula, tapi kita manfaatkan momentum untuk membangun lebih baik,” pungkas Pratikno.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
Kemenbud Pulangkan Lima Artefak Papua dari AS, Hasil Repatriasi Artefak Bakal Dipajang di Museum Nasional, Begini Kata Fadli Zon
Stabilitas Keamanan Nasional Mantap Jelang HUT ke-81 RI, Bakom RI Minta Masyarakat Bijak Bermedsos, Qodari: Waspadai Disinformasi di Ruang Digital
Kinerja dan Popularitas Mentereng, Seskab Teddy Indra Wijaya Masuk 3 Besar Pejabat Berkinerja Terbaik versi Hasil Survei IPO
Sinergi Jatim-Kalbar: Strategi Khofifah dan Dekranasda Bawa Produk Lokal Naik Kelas, Dorong Kolaborasi UMKM
Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026: Dorong Hilirisasi Komoditas dan Buka Peluang Pelaku Usaha, Jalin Kemitraan Strategis
Hasil RUPSLB BEI 2026: Perubahan Susunan Komisaris, Nama Sekuritas, hingga Persiapan Demutualisasi ! Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris
Peringati 49 Tahun Pasar Modal ! Gandeng Pegadaian dan OJK, BEI Tawarkan Instumen ETF Emas Berbasis Syariah untuk Investor Ritel dan Institusi
Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak, Salurkan Berbagai Bantuan
Kado HUT ke-81 RI: Pecah Rekor! Indonesia Ekspor 200.000 Ton Beras Premium ke Malaysia Senilai Rp3,39 Triliun
Pemerintah Indonesia Siapkan 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pasca-Gempa M7,7 di Pulau Flores ! Ini Instruksi Kepala BNPB Suharyanto