Ditulis oleh : Agus Sulistriyono
(CEO Promedia Group)
KALIMANTANSATU.COM - Berita tentang siswa yang mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti tidak pernah benar-benar berhenti. Satu kasus ditangani, muncul kasus di daerah lain.
Dapur diperiksa, SPPG disuspend, standar diperketat. Kemudian kejadian serupa muncul lagi.
Kalau sebuah persoalan terus berulang, sudah waktunya kita berhenti hanya bertanya siapa yang salah. Kita perlu bertanya lebih mendasar:
Jangan-jangan yang harus dievaluasi bukan hanya pelaksanaannya, tetapi modelnya?
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengalami pergantian kepemimpinan. Sejumlah dapur ditertibkan, SPPG bermasalah dievaluasi dan pengawasan keamanan pangan diperketat.
Semua itu penting. Tetapi ada persoalan mendasar yang menurut saya belum cukup disentuh: Mengapa satu dapur harus melayani hingga ribuan porsi makanan setiap hari?
Baca Juga: [KOLOM OPINI] Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy
3.000 Porsi Bukan Angka Kecil
Mengolah 3.000 porsi makanan bukan pekerjaan sederhana. Bahan baku harus diterima, disimpan, dicuci, dipotong, dimasak, diporsikan ke ribuan wadah, diangkut, lalu didistribusikan ke sekolah. Semua berpacu dengan waktu karena makanan harus segera dikonsumsi.
Semakin besar volumenya, semakin kompleks prosesnya. Satu kesalahan pada satu mata rantai bisa berdampak kepada ratusan bahkan ribuan siswa. Karena itu, evaluasi jangan berhenti pada sertifikasi dapur, SOP atau kelengkapan petugas.
Pertanyaan yang lebih fundamental adalah: Apakah skala 3.000 porsi dalam satu dapur memang yang paling aman dan ideal?
Mengapa Tidak 500 Porsi?
Gagasan ini pernah saya sampaikan sebelumnya. Daripada satu dapur menangani 3.000 porsi, mengapa tidak dipecah menjadi enam dapur yang masing-masing menangani maksimal sekitar 500 porsi?
Artikel Terkait
Kemenhaj Usulkan Penyesuaian Biaya Haji 2027 ke DPR Rp107,3 Juta ! Total BPIH Naik Namun Bipih Berpotensi Turun
OJK Lantik Henry Rialdi Jadi Deputi Komisioner BMKS, Siap Berantas Praktik Under-Invoicing dan Transfer Pricing
Transformasi TLKM : Telkom Indonesia Targetkan Pangkas 68 Entitas Anak Jadi 18 ! Dibahas Langsung Kepala BP BUMN Dony Oskaria
Hasil RUPSLB Restui Buyback Saham ASMI 10%, Asuransi Maximus Graha Persada Siapkan Dana Rp17,92 Miliar
Transaksi Renminbi Tembus US$38,9 Miliar! BI Siapkan Bank of China dan Himbara Jadi Bank Kliring, Beroperasi Kuartal IV-2026
Pembahasan Tingkat I Selesai: Seluruh Fraksi Banggar DPR Setujui RUU P2 APBN TA 2025, Menkeu Purbaya Apresiasi : Fondasi Pengelolaan Keuangan Negara
Bekali Peserta P3MD, Menperin Agus Gumiwang Ingatkan Pemimpin BUMN Hadapi Risiko Majemuk dan Dinamika Global, Sebut Ukuran Perusahaan Bukan Jaminan!
Menperin Agus Gumiwang: BUMN Harus Jadi Pembangun Kapabilitas Nasional, Bukan Sekadar Pelaksana Proyek
Peluncuran IBMA: Menko Airlangga Incar 1.800 Ton Emas Masyarakat yang Masih Disimpan di Bawah Bantal untuk Masuk Ekosistem Perbankan
Hadapi Ketidakpastian Global: Pemerintah Kian Pacu Kebijakan Prioritas dan Investasi, Perkuat Fundamental Ekonomi Nasional