reginternasional

Setiap 15 Menit, 1 Anak Palestina Tewas Akibat Serangan Genosida Israel ! Trauma Anak-anak Palestina di Gaza

Selasa, 17 Oktober 2023 | 08:01 WIB
Seorang ayah menggendong anaknya yang menjadi korban serangan Israel ke Palestina yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 pasca Hamas menyerang Israel. (Al-Jazeera)

KALIMANTANSATU.COM - Lebih dari 1.000 anak-anak Palestina di Gaza telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober.

Anak-anak yang masih hidup, menderita konsekuensi fisik dan emosional yang tak terkira akibat pemboman intensif Israel dan pengungsian internal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pasukan Israel telah membunuh seorang anak Palestina kira-kira setiap 15 menit sejak militer Israel melancarkan serangan militer besar-besaran di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober.

Setelah kelompok bersenjata Palestina menembakkan roket ke arah Israel dan menembus pagar pembatas Israel di sekitar Gaza, melancarkan serangan di dalam wilayah Israel.

Pasukan Israel memulai operasi militer skala besar yang dijuluki Operasi Pedang Besi.

“Dampak dari perang ini tidak hanya berdampak pada korban-korban yang hilang, sebagian masih terjebak di bawah reruntuhan rumahnya, dan tidak hanya pemukiman yang hancur total, termasuk rumah kita sendiri, namun juga dampak psikologisnya.

"Jika menimpa kami warga sipil dan anak-anak kami, ini akan menjadi bencana besar,” kata Mohammad Abu Rukbeh, peneliti lapangan senior Gaza di DCIP.

Baca Juga: Apa Penyebab Terjadinya Gempa Bumi dan Dimanakah Titik - Titik nya ? Yuk Cari Tahu !

Korban Jiwa Diperkirakan Lebih Besar

Jumlah korban jiwa dan cedera yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza hanya mencakup jumlah orang yang dirawat di rumah sakit.

Sehingga, setidaknya diperkirakan ada tambahan 1.000 warga Palestina yang hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, jumlah korban tewas sebenarnya jauh lebih tinggi.

Anak-anak Palestina yang sejauh ini selamat dari pemboman hebat yang dilakukan militer Israel di Jalur Gaza kini menderita krisis kemanusiaan yang semakin parah.

Semakin memperparah trauma mental dan emosional yang mereka alami akibat pengepungan dan serangan militer Israel selama 16 tahun.

Halaman:

Tags

Terkini