reginternasional

Kisah Mbah Bardan Jemaah Haji Indonesia Usia 92 Tahun. Rindu Mendiang Istri Tercinta, Pernah Berjanji Bersama ke Tanah Suci. Mendaftar Haji Sejak 2013

Jumat, 17 Mei 2024 | 20:22 WIB
Mbah Bardan adalah jemaah haji lansia asal Lampung Utara yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG-10). (Kalimantansatu.com/Dok. Kemenag RI)

KALIMANTANSATU.COM, ARAB SAUDI - Mbah Bardan (92 tahun) tak dapat membendung rasa gembira, bisa tiba di Tanah Suci.

Senyumnya sumringah ketika petugas mengiringinya dengan kursi roda.

Mbah Bardan adalah jemaah haji lansia asal Lampung Utara yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG-10).

Namun, di balik rasa bahagia bisa tiba di Kota Nabawi, tersimpan rindu mendalam untuk istri tercinta.

"Sudah nabung berdua untuk haji, sesudah itu malah saya ditinggal sama istri," air matanya netes saat cerita kepada petugas di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis 16 Mei 2024 seperti dilansir laman resmi Kemenag RI.

Baca Juga: Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024: Inspiratif, Walau Tak Bisa Melihat dan Menunggu 14 Tahun, Nek Sajeriah Sangat Bahagia Berangkat Ibadah ke Tanah Suci

Mbah Bardan bercerita, keinginannya menunaikan ibadah haji berdua dengan istri.

Ia berusaha mewujudkan hal itu dengan menabung hasil keringatnya sendiri.

Bekerja sebagai tukang bangunan, ia telah mendaftar haji sejak 2013.

Namun, takdir Allah berkata lain.

Harapannya pergi haji berdua dengan istri tak terwujud.

Sebab, sang istri lebih dulu menghadap Ilahi.

Baca Juga: Kisah Jemaah Haji Indonesia 2024 Nurjanah dan Nenek Ummi. Daftar Haji 12 Tahun Lalu dari Hasil Panen Kebun, Kini Terbantu Layanan Prioritas Lansia

"Namun, belum sampai waktu berhaji tiba, istri saya malah meninggalkan saya selama-lamanya," matanya berkaca-kaca, menahan tetes air mata kedua.

Meski didorong dengan kursi roda, Mbah Bardan optimis bahwa kondisinya baik-baik saja.

Halaman:

Tags

Terkini