Komitmen ini pun dipertegas melalui pengiriman 8.000 personel dalam misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, di mana Indonesia dipercaya sebagai Wakil Komandan Operasi.
Di sisi pertahanan dalam negeri, ISI menjelaskan transformasi menuju budaya maritim yang kuat melalui modernisasi alutsista strategis guna menjaga kedaulatan di ZEE dan Natuna.
Hal ini diperkuat dengan pengembangan Batalyon Teritorial Penyangga (BTP) berbasis Sishankamrata yang bertujuan menyiapkan wilayah logistik pertahanan, mulai dari sektor kesehatan hingga pertanian di tingkat daerah.
Melengkapi strategi pertahanan, ulasan ekonomi strategis menyoroti Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) RI-AS yang berhasil mengamankan tarif 0% bagi 1.819 pos tarif produk unggulan Indonesia.
Melalui diversifikasi kerja sama dan penguatan industri pertahanan lewat skema TKDN, Indonesia berupaya menghindari ketergantungan pada pemasok tunggal demi menjaga kedaulatan di tengah persaingan kekuatan besar.
“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan literasi publik terhadap isu strategis. ISI siap menjadi mitra media dalam menerjemahkan niat strategis pemerintah ke dalam narasi yang kredibel dan mudah dipahami masyarakat," ujar Aisha Rasyidila Kusumasomantri, Direktur Kerja Sama ISI.
Pertemuan ini disambut baik oleh para hadirin yang sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam mengawal isu pertahanan dan kebijakan luar negeri.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dan pimpinan redaksi dari berbagai media nasional seperti Total Politik, Kumparan, Sindonews, GarudaTV, Kontekstual, IDM, dan Promedia.
Baca Juga: Mengenal Kereta Ekonomi Kerakyatan, Inovasi KAI Bikin Mudik Lebaran 2026 Jadi Lebih Nyaman dan Murah
Tentang Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI): Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) adalah think tank strategis berbasis di Jakarta yang berfokus pada kajian pertahanan, keamanan regional, dan kebijakan luar negeri.
ISI berkomitmen mendukung kebijakan melalui riset mendalam, layanan konsultasi korporasi, serta menjadi knowledge hub untuk isu-isu keamanan terutama di kawasan Indo-Pasifik.
(*)