Lalu pada Rabu (25/2/2026), Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II dari Yordania. Menurut Fahmi, Yordania memiliki posisi sentral dalam anatomi konflik Timur Tengah karena berbatasan langsung dengan Palestina dan mandat historisnya sebagai pemangku otoritas situs-situs suci di Yerusalem.
"Yordania jangkar stabilitas politik yang tidak tergantikan. Kesediaan Raja Abdullah II untuk mendukung langkah diplomasi Indonesia adalah sebuah penguatan legitimasi yang sangat signifikan," ucapnya.
Lebih lanjut, Fahmi menyebut bahwa orkestrasi diplomasi Indonesia dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam kepemimpinan internasional.
"Setiap langkah memperlihatkan keseriusan Indonesia untuk mengambil alih inisiatif penyelesaian konflik Palestina. Jika momentum ini dijaga, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kontributor utama dalam mempercepat terwujudnya keadilan dan kemerdekaan penuh bagi bangsa Palestina," tutupnya.