KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Dalam sepekan terakhir, Indonesia secara konsisten melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina.
Di panggung diplomasi, peran Indonesia semakin menguat.
Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam proses transisi dalam politik global.
Tak lagi hanya menyuarakan perdamaian, Indonesia sekarang berupaya aktif menciptakannya dengan langkah konkret.
Baca Juga: Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo di Forum Board of Peace : Saya Tak Ingin Melawannya
Dimulai dari kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026).
Kehadiran Prabowo membuka babak baru diplomasi Indonesia di tingkat global.
"Di forum yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat koordinasi stabilisasi Gaza ini, Indonesia langsung berkontribusi penuh dalam diskursus. Kehadiran Indonesia memastikan bahwa isu Gaza tidak tersingkir oleh hiruk-pikuk krisis global lain, serta meneguhkan bahwa penyelesaian konflik Palestina adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan," kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).
Konsistensi Indonesia dalam mendorong solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian di Palestina kemudian juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: Pengamat Politik Komentari Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza Palestina
"Di arena ini, Indonesia mengingatkan dunia bahwa tragedi kemanusiaan tidak boleh dinormalisasi, dan bahwa standar ganda dalam merespons pelanggaran hak asasi hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Sikap ini menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu suara moral terkuat dalam sistem internasional," papar Fahmi.
Perjuangan Indonesia di forum-forum multilateral semakin lengkap dengan pertemuan antara Sugiono dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela acara Sidang Dewan HAM PBB. Keterpaduan antara forum multilateral, advokasi moral, dan konsultasi langsung dengan Palestina memperlihatkan desain diplomasi Indonesia yang matang.
"Interaksi langsung ini berfungsi sebagai pengikat strategi, memastikan bahwa setiap langkah Indonesia di PBB selaras dengan kepentingan Palestina dan kebutuhan taktis di lapangan," Fahmi menjelaskan.
Artikel Terkait
Melesat 120,8% ! PTPP Peroleh Nilai Kontrak Baru Rp2,76 Triliun hingga Januari 2026, Cek Lini Bisnis dan Proyek Strategisnya
Elnusa (ELSA) Perkuat Kapabilitas Wireline Services Lewat Technology Access Enablement Bersama SLB, Apa Tujuannya ?
Momen Warga Sahur Bersama Dody Hanggodo dan Wabup Ismail di Huntara Aceh Tamiang: Daging dan Udangnya Enak !
Cukup Bawa HP dan 1 Dokumen Ini ! Kamu Bisa Cek Kesehatan Gratis di Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Jakarta
Antusiasme Pengunjung Imlek Festival 2577 Lapangan Banteng Jakarta, Manfaatkan Layanan Cek Kesehatan Gratis
Networking Iftar Bulan Ramadan 2026: ISI Perkuat Sinergi dengan Media dan Bedah Strategi Autonomi Strategis Indonesia di Tengah Polarisasi Global
Tradisi Peusejuek Menandai Tuntasnya Pembangunan Jembatan Garuda Desa Teungoh di Aceh Utara
Kodam II/Sriwijaya Bangun 3 Jembatan Gantung di OKI dan OKU, Wujud Nyata Komitmen TNI AD Dukung Pembangunan Infrastruktur di Daerah
Progres Pembangunan Signifikan, Jembatan Gantung 120 Meter di Burlah Aceh Tengah Segera Sambungkan Empat Desa
Menu MBG Ramadan Diprotes di Sejumlah Daerah ! SPPG di Pekalongan Konsisten Sajikan Roti, Ayam, Tahu Tempe dan Pisang