Pengamat Militer Anggap Diplomasi Sepekan Terakhir Perkuat Peran Indonesia dalam Penyelesaian Konflik di Palestina, Ini Alasannya

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:46 WIB
Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi (Kalimantansatu.com/Ist)
Pengamat dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi (Kalimantansatu.com/Ist)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Dalam sepekan terakhir, Indonesia secara konsisten melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina.

Di panggung diplomasi, peran Indonesia semakin menguat.

Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam proses transisi dalam politik global.

Tak lagi hanya menyuarakan perdamaian, Indonesia sekarang berupaya aktif menciptakannya dengan langkah konkret.

Baca Juga: Donald Trump Puji Ketegasan Prabowo di Forum Board of Peace : Saya Tak Ingin Melawannya

Dimulai dari kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026).

Kehadiran Prabowo membuka babak baru diplomasi Indonesia di tingkat global.

"Di forum yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat koordinasi stabilisasi Gaza ini, Indonesia langsung berkontribusi penuh dalam diskursus. Kehadiran Indonesia memastikan bahwa isu Gaza tidak tersingkir oleh hiruk-pikuk krisis global lain, serta meneguhkan bahwa penyelesaian konflik Palestina adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan," kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Konsistensi Indonesia dalam mendorong solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian di Palestina kemudian juga ditunjukkan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026).

Baca Juga: Pengamat Politik Komentari Indonesia Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Gaza Palestina

"Di arena ini, Indonesia mengingatkan dunia bahwa tragedi kemanusiaan tidak boleh dinormalisasi, dan bahwa standar ganda dalam merespons pelanggaran hak asasi hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina. Sikap ini menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu suara moral terkuat dalam sistem internasional," papar Fahmi.

Perjuangan Indonesia di forum-forum multilateral semakin lengkap dengan pertemuan antara Sugiono dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela acara Sidang Dewan HAM PBB. Keterpaduan antara forum multilateral, advokasi moral, dan konsultasi langsung dengan Palestina memperlihatkan desain diplomasi Indonesia yang matang.

"Interaksi langsung ini berfungsi sebagai pengikat strategi, memastikan bahwa setiap langkah Indonesia di PBB selaras dengan kepentingan Palestina dan kebutuhan taktis di lapangan," Fahmi menjelaskan.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan Diprotes di Sejumlah Daerah ! SPPG di Pekalongan Konsisten Sajikan Roti, Ayam, Tahu Tempe dan Pisang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X