"Nabrak. Berantakan semua tasnya," ungkap penumpang lain di dalam kereta.
Tampak suasana di luar jendela yang gelap, membuat sejumlah penumpang dari gerbong tengah dan belakang mulai berjalan ke gerbong selanjutnya.
Banyak yang mulanya tidak tahu bahwa mereka telah menghantam kereta lain, bahkan tidak menyadari bahwa lokasi kejadian berada tepat di area Stasiun Bekasi Timur.
Di sisi lain, penumpang yang berada di dalam kereta juga tak bisa langsung turun begitu saja.
Pasalnya, tombol untuk membuka pintu tidak berfungsi setelah kecelakaan terjadi.
Akibatnya, hal tersebut membuat sejumlah penumpang terpaksa berdiam dulu di dalam gerbong.
Update Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi
Secara terpisah, VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan korban tewas akibat kecelakaan itu sebanyak 14 orang dan 84 orang alami luka-luka.
Hal tersebut berdasarkan pembaruan atau update laporan korban yang dilaporkan PT KAI atas insiden KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata Anne dalam keterangan resminya, pada Selasa, 28 April 2026.
PT KAI menyebut, korban meninggal dunia kini telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Sejumlah RS yang menangani korban kecelakaan itu di antaranya, RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.