reginternasional

AM Hendropriyono Bantah Tudingan Orang Terdekatnya di Balik Gerakan Kritik Pemerintah ! Ingatkan Masyarakat, Waspada Adu Domba Rakyat vs Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 | 08:42 WIB
Guru Besar Bidang Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof. AM Hendropriyono (Dok. Kilat.com)

"Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah," tegasnya.

Dalam negara demokrasi, kata Hendro, penyampaian pendapat di muka umum harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi.

"Karena itu, segala tuduhan yang mengaitkan saya atau orang-orang di sekitar saya yang beragenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah adalah hoaks dan fitnah yang tidak dapat dipertanggung jawabkan," ujarnya.

"Sejak dahulu saya mengabdikan diri kepada negara dalam berbagai penugasan. Prinsip saya tetap sama: menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional," lanjut Hendropriyono.

Ia mengemukakan, kritik terhadap kebijakan pemerintah di negara demokrasi manapun tidak boleh bertujuan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan. Karena hal itu bukanlah jalan yang ia yakini.

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks dan selalu memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi. Saya tidak pernah dan tidak akan berada di belakang demonstrasi apa pun untuk menggulingkan pemerintah," imbaunya.

"Komitmen saya terhadap Sumpah Prajurit sejak masih aktif dulu sampai dengan sdh purnawirawan saat ini adalah menjaga negara, bukan malah merusaknya," timpal Hendropriyono.

Ditanya soal perbedaan pandangan politik di dalam lingkaran sebuah keluarga, Hendropriyono menegaskan, hubungan keluarga adalah fakta biologis dan sosial, sedangkan pandangan politik adalah pilihan pribadi.

"Tidak tepat mencampuradukkan keduanya. Anak, menantu, saudara, besan, maupun kerabat dapat saja memiliki pandangan politik yang berbeda-beda," jelasnya.

"Dalam politik, setiap orang bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya sendiri, bukan atas hubungan kekeluargaan. Kekerabatan tidak identik dengan kesamaan ideologi. Hubungan darah tidak dapat dijadikan bukti adanya hubungan politik," pungkas AM Hendropriyono.

(Uploader: Panji Narendra M.)

Halaman:

Tags

Terkini