Selain itu, pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang merupakan kelompok paling rentan mengalami kekurangan gizi.
"Masa-masa yang paling rawan untuk mengalami kekurangan gizi, sekaligus juga momentum yang paling tepat untuk melakukan intervensi gizi," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Qodari menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya bertujuan mengatasi stunting, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh, terutama bagi anak-anak.
Untuk mendukung penyempurnaan program, Qodari mengatakan pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor.
Sinergi akan dilakukan bersama pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN) agar pelaksanaan Program MBG semakin terintegrasi.
(*****)