Mantan Menkeu Fuad Bawazier Prediksi Program MBG Semakin Sempurna di Tahun Ketiga : 'Program Besar dan Baru kok Mau Langsung Perfect'

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 30 Juni 2026 | 20:20 WIB
Ilustrasi anak-anak sekolah menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com via Gemini AI)
Ilustrasi anak-anak sekolah menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kalimantansatu.com via Gemini AI)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada awal tahun 2025 akan semakin matang pada tahun ketiga.

Menurutnya, program berskala nasional seperti MBG membutuhkan proses penyempurnaan secara bertahap, sehingga tidak realistis jika diharapkan langsung berjalan sempurna sejak awal.

Fuad menyebut penyesuaian anggaran yang terjadi dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar, karena kebutuhan riil di lapangan baru terlihat setelah program berjalan.

"Memang pertama, ini pejabatnya itu biasa membikin anggaran gede dulu karena takut nanti kurang. Kalau pada bikin budget besar-besar dulu. Tapi waktu dilaksanakan, oh ternyata cuma segitu. Ya seperti itulah. Jadi kalau menurut saya programnya uangnya belum naik itu ya masuk akal," ujar Fuad dalam acara diskusi, dikutip Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Evaluasi Program MBG Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Layanan, Qodari : Ditata dari Segi Pengelolaannya

Ia yakin pemerintah akan semakin memahami kebutuhan program seiring bertambahnya pengalaman dalam pelaksanaan.

Menurutnya, kualitas MBG akan terus meningkat hingga memasuki tahun ketiga dan keempat.

"Namanya program besar dan baru kok mau langsung perfect (sempurna) ya nggak mungkin. Nanti kalau sudah, oh sudah selsai ini semua kena ya. Nanti baru meningkat. Tadinya saya pikir untuk stunting, tapi kan untuk meningkatkan kualitas. Itu nanti bisa meningkat sambil jalan. Nah, baru tahun ketiga, keempat itu baru sempurna," katanya.

Fuad juga menilai salah satu kekuatan utama MBG adalah keterlibatan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

Menurut dia, perputaran ekonomi di tingkat daerah tersebut akan menciptakan efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional, termasuk membuka lapangan kerja baru.

Baca Juga: Ekspor Manufaktur Indonesia Masih Menunjukkan Perkembangan Positif di Tengah Tantangan Global, Namun Kemenperin Ingatkan Sejumlah Tantangan

"Memang pasti itu melibatkan pengusaha-pegusaha kecil, UMKM lokal, karena tempatnya itu juga tersebar di mana-mana, mau nggak mau itu mesti semuanya yang sekitar situ akan terkena. Jadi uang berputar di situ. Seperti itu menyebar ke seluruh Indonesia. Jadi kalau menciptakan lapangan kerja, multiplier effect-nya itu jelas ada," ucapnya.

Fuad bahkan mengatakan potensi penciptaan lapangan kerja dari MBG sangat signifikan apabila program terus diperluas.

Ia berpendapat, target penciptaan hingga jutaan lapangan kerja merupakan capaian yang sangat besar jika dibandingkan dengan negara lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X