KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada awal tahun 2025 akan semakin matang pada tahun ketiga.
Menurutnya, program berskala nasional seperti MBG membutuhkan proses penyempurnaan secara bertahap, sehingga tidak realistis jika diharapkan langsung berjalan sempurna sejak awal.
Fuad menyebut penyesuaian anggaran yang terjadi dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar, karena kebutuhan riil di lapangan baru terlihat setelah program berjalan.
"Memang pertama, ini pejabatnya itu biasa membikin anggaran gede dulu karena takut nanti kurang. Kalau pada bikin budget besar-besar dulu. Tapi waktu dilaksanakan, oh ternyata cuma segitu. Ya seperti itulah. Jadi kalau menurut saya programnya uangnya belum naik itu ya masuk akal," ujar Fuad dalam acara diskusi, dikutip Selasa (30/6/2026).
Ia yakin pemerintah akan semakin memahami kebutuhan program seiring bertambahnya pengalaman dalam pelaksanaan.
Menurutnya, kualitas MBG akan terus meningkat hingga memasuki tahun ketiga dan keempat.
"Namanya program besar dan baru kok mau langsung perfect (sempurna) ya nggak mungkin. Nanti kalau sudah, oh sudah selsai ini semua kena ya. Nanti baru meningkat. Tadinya saya pikir untuk stunting, tapi kan untuk meningkatkan kualitas. Itu nanti bisa meningkat sambil jalan. Nah, baru tahun ketiga, keempat itu baru sempurna," katanya.
Fuad juga menilai salah satu kekuatan utama MBG adalah keterlibatan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Menurut dia, perputaran ekonomi di tingkat daerah tersebut akan menciptakan efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional, termasuk membuka lapangan kerja baru.
"Memang pasti itu melibatkan pengusaha-pegusaha kecil, UMKM lokal, karena tempatnya itu juga tersebar di mana-mana, mau nggak mau itu mesti semuanya yang sekitar situ akan terkena. Jadi uang berputar di situ. Seperti itu menyebar ke seluruh Indonesia. Jadi kalau menciptakan lapangan kerja, multiplier effect-nya itu jelas ada," ucapnya.
Fuad bahkan mengatakan potensi penciptaan lapangan kerja dari MBG sangat signifikan apabila program terus diperluas.
Ia berpendapat, target penciptaan hingga jutaan lapangan kerja merupakan capaian yang sangat besar jika dibandingkan dengan negara lain.
Artikel Terkait
Sisihkan Rp5 Miliar dari Laba Bersih, PT Pratama Widya Tbk Siap Bagi Dividen Saham PTPW 2025 ! Cek Tanggal Pembayarannya
Kinerja Manufaktur Nasional Masih Resiliensi, IKI Juni 2026 Cerminkan Fase Ekspansi ! Kemenperin Ungkap Tantangan yang Dihadapi Pelaku Industri
Ekspor Manufaktur Indonesia Masih Menunjukkan Perkembangan Positif di Tengah Tantangan Global, Namun Kemenperin Ingatkan Sejumlah Tantangan
Mantan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara Karena Skandal Korupsi Chromebook, Begini Awal Mula Kasusnya
Vonis 10 Tahun Penjara Nadiem Makarim Menuai Sorotan, Ini Alasan Hakim Anggap Pengadaan Chromebook Untungkan Google
Di Balik Vonis 10 Tahun Bui, Ada Dissenting Opinion Hakim yang Nilai Nadiem Makarim Harus Bebas Tanpa Syarat, Apa Itu?
Bumi Serpong Damai Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I 2026, Manajemen BSDE Beberkan Angkanya
Evaluasi Program MBG Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Layanan, Qodari : Ditata dari Segi Pengelolaannya
Fundamental Ekonomi Kuat dan Kondisi Stabil ! Kepala Bakom RI Qodari Tegaskan Kondisi RI Kini dan 1998 Sangat Berbeda
Intip Beberapa Poinnya! Soal Tambang Galian C Di Banyuwangi, DPW JPKP Jawa Timur Pernah Layangkan Kajian Tentang Potensi Kerugian Negara