Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga didominasi oleh instrumen berjangka panjang (92,2%) terutama dalam bentuk investasi langsung.
Ke depan, tegas Denny, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek PII Indonesia.
Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
"Bank Indonesia akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian," pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat Terus Berlanjut, MenkonAirlangga Hartarto Ungkap Progres Pembahasan Tarif Resiprokal
Menelisik Awal Mula Gejolak Demonstrasi di Kathmandu Nepal, dari Skandal Korupsi hingga Larangan Main Medsos
Generasi Muda Geram ! Pamer Kemewahan 'Nepo Kids' Anak Pejabat Jadi Pemicu Gelombang Tuntutan Reformasi di Nepal
Charlie Kirk Meninggal Dunia di Universitas Utah Valley, Presiden Amerika Serikat Donald Trump : Legendaris, Ia Dicintai dan Dikagumi Semua Orang
Aktivis Amerika Serikat Charlie Kirk Meninggal ! Presiden Donald Trump Perintahkan Turunkan Bendera Setengah Tiang sebagai Penghormatan
Bank Indonesia Ungkap Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah 12 September 2025, Cek Rinciannya
IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi, Kapitalisasi Pasar BEI Mengalami Perubahan Sebesar 0,57% Menjadi Rp14.130 T dari Rp14.211 T pada Pekan Sebelumnya
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Komitmen Penggunaan Mata Uang Lokal (LCT) serta Konektivitas Pembayaran QRIS Antarnegara
Apakah PT Cyrameta Exchange Indonesia Legal untuk Jual Beli Kripto ? Cek Kepastian Terdaftar OJK atau Tidak !
Izin Usaha BPR Syariah Gayo Perseroda Dicabut OJK, Bagaimana Nasib Uang Nasabah yang Ditabung ?